Sebanyak 967 Siswa Semarakkan Festival Keagamaan dan Seni Islami

by
SALAMI – Wali Kota HM Saelany Machfudz SE menyalami anak-anak usia dini dalam acara HSN dan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia di halaman kantor Dindik setempat, Rabu (24/10).

KOTA – Sebanyak 967 anak usia dini menyemarakkan acara Festival Keagamaan dan Seni Islami dan Gerakan Nasional Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia di halaman kantor Dindik setempat, Rabu (24/10).

Kegiatan ini sebagai dasar pendidikan agama dan pendidikan kesehatan bagi anak usia dini agar senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Wali Kota HM Saelany Machfudz SE mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum bagi Pemkot Pekalongan mengajak para pendidik dan orang tua untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak usia dini agar 25 atau 30 tahun ke depan dapat menjadi kader yang berkualitas dan berakhlakul karimah serta menjadi generasi Kota Pekalongan yang andal.

“Pada momen Hari Santri ini baru saja telah dilantik santri terbaik kita menjadi wakil presiden, bahkan banyak para tokoh dan pejabat muncul dari kalangan santri. Anak-anak ada yang ingin menjadi Wali Kota? Ada yang ingin menjadi presiden?,” tanya Saelany di sela-sela sambutannya di hadapan ratusan anak, guru, dan orang tua.

Usai sambutan Wali Kota Saelany mempraktikkan cara cuci tangan pakai sabun bersama Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj Khusnul Khotimah dan anak-anak PAUD. Saelany menyampaikan pentingnya cuci tangan dengan sabun, ini harus menjadi kebiasaan yang dilakukan sebelum makan, setelah memegang hewan dan kotoran, setelah buang air besar, dan sebagainya.

Sementara itu, Kepala Dindik, Drs Soeroso MPd menjelaskan bahwa Festival Seni Islami PAUD Kota Pekalongan yang disinergikan dengan gerakan cuci tangan pakai sabun ini untuk menyemarakkan HSN dalam upaya peningkatan SDM dan kreativitas anak, khususnya anak usia dini di Kota Pekalongan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong anak untuk berani berekspresi dan mengalami pengalaman yang menggembirakan dan kebanggaan akan prestasi. Oleh karena itu pada festival kali ini semua peserta diberikan medali,” papar Soeroso.

Diterankan Soeroso, ada 8 lomba yang terbagi atas dua kelompok umur 2-4 taun dan 4-6 tahun masing-masing 4 lomba. Usia 2-4 yakni lomba puitisasi terjemahan surat Al Ikhlas, Annas, dan AL Fala dengan jumlah peserta 111 anak, kemudian lomba membentuk bangunan masjid dengan lego dengan peserta 194 anak, lomba memakai mukena dan baju koko sendiri untuk melatih motorik yakni peserta sebanyak 194 anak, dan mencelup kain jumputan sebanyak 194 peserta.

“Lomba untuk usia 4-6 tahun yakni mengisi pola gambar kaligrafi dengan teknik mengecap dengan alat cap alam, lomba bercerita kisah nabi, dan lomba untuk anak kebutuhan khusus yakni kaligrafi dengan coretan, dan lomba tari kreasi lagu istami, sehingga total peserta sebanyak 967 anak,” beber Soeroso.

Pada Acara tersebut, dr Laila Mufida memberikan contoh enam langkah CTPS yakni menyiapkan air mengalir dan melepaskan aneka aksesoris, tuangkan cairan sabun pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar, usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian, gosok sela-sela jari tangan hingga bersih, bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci, gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian, dan letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan.

Turut hadir dalam kegiatan, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pekalongan, Hj Khusnul Khotimah, Asisten II Kota Pekalongan dan Kepala OPD se-Kota Pekalongan. (dur)