Minim Sosialisasi, Pemohon SIM Kebingungan Masa Berlaku

by

Masa Berlaku Smart SIM Tak Lagi Mengacu Tanggal Lahir

Para pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) harus sering-sering melihat kapan masa berlaku SIM-nya akan habis. Sejak mulai resmi diberlakukannya SIM model baru sejak 22 September 2019, yakni Smart SIM, ada perbedaan mendasar antara SIM yang lama dengan Smart SIM. Untuk SIM model lama, masa berlakunya mengacu pada tanggal dan bulan kelahiran pemilik SIM. Sementara, masa berlaku Smart SIM mengacu pada tanggal penerbitan Smart SIM.

Adanya perbedaan tentang masa berlaku SIM yang lama dengan Smart SIM ini, sempat membuat bingung pemohon SIM. Salah satunya disampaikan Anjar (36), warga Perum Binagriya, Kota Pekalongan.

Ceritanya, dia bersama temannya pada Senin (14/10) datang ke Satpas Polres Pekalongan Kota untuk memperpanjang SIM mereka. Masa berlaku SIM mereka sebenarnya baru akan habis satu bulan lagi. “Kami ingin tertib, sengaja datang untuk memperpanjang SIM sebelum masa berlakunya habis,” katanya, Kamis (17/10).

Proses permohonan perpanjangan SIM pun dilakukan sesuai prosedur yang ada. Setelah menunggu beberapa saat, mereka pun menerima SIM model baru, yakni Smart SIM.

Setelah menerima Smart SIM dan meninggalkan lingkungan Polres, Anjar kemudian mencermati SIM model baru miliknya itu. Secara desain, memang ada beberapa perubahan. Pada SIM yang lama tertera tinggi badan, sedangkan dalam Smart SIM diganti dengan golongan darah masing-masing.

Perbedaan lain juga terletak pada tanda tangan pemilik SIM. Pada SIM lama masih terdapat tanda tangan pemilik, namun pada Smart SIM tidak ada, melainkan diganti foto berukuran kecil. Di bawah foto berukuran kecil yang ada di pojok kanan bawah itulah, tertera tanggal, bulan, dan tahun kapan Smart SIM itu habis masa berlakunya.

Dia kaget, ternyata tanggal dan bulan yang tercantum adalah sama dengan tanggal dan bulan pembuatan SIM (tanggal 14 bulan 10), dengan tahun 2024 (lima tahun lagi). Tadinya dia mengira, masa berlaku Smart SIM itu akan sama dengan SIM model lama. “Ternyata kok disesuaikan dengan tanggal dan bulan saat memperpanjang SIM, bukan tanggal dan bulan kelahiran. Kalau sesuai tanggal dan bulan kelahiran saya, mestinya masa berlakunya kan sampai tanggal 14 bulan 11 tahun 2024,” ujarnya. “Kalau tidak mengacu ke tanggal kelahiran, ya bisa-bisa bakal kelupaan ketika sudah tiba waktunya harus diperpanjang,” imbuhnya.

Dia kemudian mencari-cari informasi di internet, barangkali memang ada aturan yang menjelasan tentang masa berlaku SIM yang baru. Yang didapat adalah Peraturan Kapolri (Perkap) No 9 Tahun 2012 tentang SIM. Pada Pasal 11 ayat (1), hanya menyebutkan bahwa masa berlaku SIM adalah 5 tahun dan dapat diperpanjang. Demikian halnya pada Pasal 28 ayat (2) tentang Perpanjangan SIM, hanya menyebutkan bahwa Perpanjangan SIM dilakukan sebelum masa berlakunya berakhir.

“Berdasar hal itu, menurut saya, belum ada aturan yang menjelaskan secara detail tentang masa berlaku SIM yang model baru (Smart SIM), terutama penjelasan apakah mengacu tanggal dan bulan penerbitan ataukah tanggal dan bukan kelahiran Pemohon SIM,” ungkapnya.

Menurutnya, hal-hal semacam itu perlu disosialisasikan lebih lanjut kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kebingungan.

Terkait hal ini, Kasat Lantas Polres Pekalongan Kota AKP Sutono saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa masa berlaku Smart SIM menyesuaikan waktu registrasi atau tanggal pembuatan Smart SIM tersebut. “Kalau SIM yang lama karena tidak memakai chip maka yang dipakai acuan tanggal lahir. Untuk Smart SIM karena registrasi sebagai acuan dan karena menggunakan smart chip, ini akan menyesuaikan saat sudah terregistrasi,” jelasnya. (way)