Kekeringan, Warga Tengah Hutan Didroping Air

by

*Bantuan SCR PDAM Tirto Panguripan

DROPING – PDAM Tirto Panguripan Kendal, memberikan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Dusun Jatigowok, Desa Kedungasri.

KENDAL – Dampak kekeringan akibat musim kemarau panjang ternyata dialami juga oleh warga tengah hutan di Dusun Jatigowok, Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum. Lokasinya yang jauh membuat kawasan pemukiman tersebut sejauh ini belum mendapatkan bantuan air bersih. Karena itu, PDAM Tirto Pengaruipan Kendal melalui program CSR nya berinisiatif mendroping air untuk mereka.

Total ada lima tangki air bersih yang disalurkan secara bertahap selama tiga hari terakhir ini. “Informasinya, untuk kebutuhan sehari-hari warga terpaksa keluar dari dusunya yang berada di tengah hutan untuk membeli air bersih dengan harga Rp 5.000 per gerigennya,” kata Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Tirto Panguripan Kendal, Bambang Yogi, Jumat (18/10).

Bambang mengungkapkan, penyaluran bantuan air bersih itu dilakukannya selama tiga hari, mulai tanggal 16 sampai 18 Oktober kemarin. Totalnya sebanyak 25 ribu liter air bersih yang diberikan. Bantuan itu merupakan wujud kepedulian PDAM kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. “Dusun Jatigowok masuk peta dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal yang terdampak kekeringan, tetapi belum pernah mendapat bantuan air bersih,” terangnya.

Menurut Bambang, lima tangki tersebut disalurkan secara bertahap selama tiga hari terakhir. Di Dusun Jatigowok terdapat 45 keluarga yang membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Dusun tersebut juga belum terdapat jaringan PDAM maupun pamsimas. Warga murni mengandalkan sumur yang mereka miliki. Namun, sumur warga sudah mengering.

“Bantuan air bersih itu untuk wilayah yang benar-benar membutuhkannya. Pengadaan air bersumber dari CSR PDAM,” ucapnya.

BPBD Kendal hingga Kamis (17/10) kemarin telah menyalurkan sebanyak 158 tangki air bersih. Tahun lalu jumlah bantuan air bersih yang diberikan melalui BPBD Kendal total sebanyak 300 tangki sejak kemarau hingga musim hujan. “Tahun ini angkanya menurun karena beberapa faktor, seperti adanya pengembangan jaringan PDAM maupun pembangunan pamsimas di sejumlah daerah,” imbuhnya. (lid)