Tiga Pilar Siap Jaga Kondusivitas jelang Pelantikan Presiden

by
SINERGI – Asisten Administrasi Pemkot Pekalongan, Pasi Ops Kodim 0710/Pekalongan, dan Wakapolres Pekalongan Kota menyatakan bahwa tiga pilar siap meningkatkan sinergitas dalam rangka menjaga kondusivitas menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, kemarin (17/10).

KOTA – Unsur Tiga Pilar di Kota Pekalongan yang terdiri dari Pemkot Pekalongan, Polres Pekalongan Kota, dan Kodim 0710/Pekalongan berkomitmen untuk selalu siap menjaga kondusivitas wilayah dan meningkatkan sinergitas menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober mendatang.

Hal ini terungkap dalam dialog bersama di Program Expose di Batik TV, Kamis (17/10). Hadir sebagai narasumber dalam acara ini, Asisten Administrasi Pemerintah Kota Pekalongan drg Agust Marhaendayana MM (mewakili Wali Kota Pekalongan, Wakapolres Pekalongan Kota Kompol I Wayan Tudy Subawa, dan Pasi Ops Kodim 0710/Pekalongan Kapten Inf Dwi Darmasto (mewakili Dandim Pekalongan).

Asisten Administrasi Pemerintah Kota Pekalongan Agust Marhaendayana mengajak masyarakat bersama dengan Polres dan TNI untuk menciptakan kerukunan jelang pelantikan presiden mendatang. “Jangan ciderai Kota Pekalongan terkenal rukun dan damai, meskipun berbeda agama, golongan, aspirasi, dan etnis tetapi tetap saling menjaga toleransi ini. Kita buktikan bahwa masyarakat Kota Pekalongan adalah masyarakat yang bermartabat, berkarakter, melek aturan dan tidak mudah terpengaruh isu-isu yang tidak jelas arah dan kebenarannya,” tutur Agust.

Menurutnya, tiga pilar (TNI-Polri-Pemerintah) sangat penting untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat mulai pada level yang paling bawah serta mendorong terciptanya stabilitas keamanan dan terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di daerah, serta mengantisipasi berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.

Dikatakan Agust, sejatinya yang menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya menjadi tugas TNI, Polri dan Pemerintah. Namun seluruh lapisan masyarakat harus membantu mengamankan tugas itu. “Maka dari itu, masyarakat Kota Pekalongan jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas, apa lagi sampai mau diajak melakukan hal-hal yang dapat merusak persatuan kita bahwasanya NKRI sudah harga mati,” imbuh Agust.

*) Peningkatan Patroli

Sementara itu, Wakapolres Pekalongan Kota Kompol I Wayan Tudy Subawa menyampaikan bahwa pelantikan presiden memang dilaksanakan di Jakarta namun yang ada di wilayah juga tetap melibatkan personel. “Kami tingkatkan kegiatan patroli skala besar mulai dari polsek dibantu TNI dan Satpol PP,” katanya.

Wakapolres mengungkapkan bahwa Polres Pekalongan Kota bakal mengerahkan 250 personel untuk patroli dengan rute yang sudah ditentukan, dimana akan ada titik singgung antara titik A dan titik B sehingga kegiatan secara mobile patroli ini bisa juga diketahui oleh masyarakat. “Kota Pekalongan ini tidak ada zona merah, tetapi kami tingkatkan volume dan intensitas patroli kali ini,” jelasnya.

Sementara, Pasi Ops Kodim 0710/Pekalongan, Kapten Inf Dwi Darmasto mengimbau masyarakat Kota Pekalongan untuk tidak ikut demo atau unjuk rasa ke Jakarta. “Percayakan kegiatan pelantikan dan pengamanan di pusat. Tetap jaga keamanan di Kota Pekalongan. Tetap kondusif dan jaga sinergitas,” imbaunya.

Dia menambahkan bahwa Kodim Pekalongan akan mengerahkan anggotanya untuk aktif menjaga kondusivitas lingkungan di seluruh penjuru Kota Pekalongan, mencegah adanya gangguan keamanan dan ketertiban bersama dengan Polres Pekalongan Kota dan Pemerintah Kota Pekalongan.

“Kami TNI siap bekerja sama dengan Polri dan Pemkot untuk mengamankan dan menjamin keamanan menjelang dan sesudah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden,” tandasnya. (way)