Motivasi Jelang UN, Mr Marlock Minta Siswa Bahagiakan Orang Tua

by
MOTIVASI – Sebanyak 500 siswa kelas XII Muhammadiyah 3 Weleri mendapatkan pencerahan dan penguatan karakter untuk menghadapi ujian nasional.

KENDAL – Sebanyak 500 siswa kelas XII Muhammadiyah 3 Weleri mendapatkan pencerahan dan penguatan karakter untuk menghadapi ujian nasional. Kegiatan digelar di pendopo sekolahan tersebut, Kamis (10/10) kemarin, menghadirkan Dr Marlock MM alias Gus Mar, motivator sekaligus direktur Forum Peduli Pendidikan Pelatihan Menengah Kejuruan Indonesia (FP3MKI).

Marlock meminta seluruh orangtua siswa kelas XII agar lebih memperhatikan dan mendampingi anaknya, karena tidak lebih 100 hari lagi akan mengikuti ujian.
“Persoalan yang menghadang ternyata tidak sebatas menghadapi ujian, tetapi setelah ujian, lulus anak mau apa ?” ujarnya bertanya. “Kalau nganggur terus, piye?” kata Marlock.

Diungkapkan, setidaknya ada 5 juta lulusan SMK dan belum termasuk peserta didiknya. Saat lulus, mereka dihadapkan dengan opsi bekerja, kuliah, berwiraswasta, ke KUA atau nikah, atau menganggur.

Menurutnya, bekal menciptakan masa depan anak yang baik haruslah dimulai dengan menjadikan anak berbakti pada orang tua, karena menjadi pintu pembuka rizki.
Ketika pintu rizki terbuka dan mengalir, maka hati-hatilah, karena rizki mengetahui apa yang ada di dalam hati seseorang. “Jika pikirannya kotor, tutur katanya tidak terjaga, maka rizki bisa jadi tidak mampir,” tandasnya.

Marlock berharap seluruh lulusan SMK Muhammadiyah 3 Weleri lebih berani dan mandiri. Implementasinya mampu mencari pekerjaan, melamar sendiri dan sabar menunggu panggilan kerja. Maka raihlah prestasi setinggi-tingginya.
“Bagi lulusan dengan nilai rata-rata di atas delapan akan cepat menerima panggilan,” tukasnya.

Ia juga meminta orang orang tua tidak melarang anaknya yang lulus SMK untuk merantau mencari pekerjaan. “Ingat, anak kamu sedang berusaha mengukir masa depan yang lebih baik. Doakan agar anak cepat mendapat kerja,” ucapnya.

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Yusuf Darmawan mengatakan, momentum maaf memaafkan antara orang tua dan anak memiliki energi positif. Sungkeman tersebut diharapkan menjadi pelecut semangat siswa dalam menghadapi tantangan masa depan. “Siswa meminta do’a kepada orangtua merupakan spirit doa, memohon kelancaran dan diberikan kebaikan dalam menempuh ujian nasional,” katanya.

Terkait penguatan karakter, lanjut Yusuf, problematika remaja saat ini adalah karakter. Ia menyebut, yang namanya SMK itu luar biasa inovasi dan kreativitasnya.

“Modal itu kita arahan agar menuju jalan yang baik. Melalui pendidikan karakter peserta didik siap dan sukses menghadapi ujian nasional, pasca lulus anak memiliki mental, siap bersaing di dunia usaha,” harapnya. (lid)