Pemkab Daerah Ini Beli Sampah Organik Rumah Tangga Rp 100 per Kilogram

by
Jpeg
Seorang pemulung tengah memilah sampah yang ada di TPS. (Radar Banyumas)

Aplikasi Sampah Online Banyumas (Salinmas) sudah diluncurkan Senin, (7/10). Peluncuran ini bebarengan dengan MOU Banyumas menuju smart city. Salinmas diluncurkan langsung Bupati Banyumas Achmad Husein. Dengan aplikasi itu, diharapkan tidak ada lagi sampah yang dibuang ke TPA.

“Kita beli sampah organik. Pemerintah akan membeli sampah organik terpilah akan dibeli dengan harga Rp 100 rupiah perkilo,” kata Bupati.

Peluncuran Salinmas juga sebagai upaya untuk efisiensi dalam pengelolaan sampah. Sebelumnya, pihaknya sudah membuat hanggar dimana dapat mengurangi pemanfaatan TPA. “Kalau sudah jadi organik maka tidak perlu ke TPA,” jelasnya.

Selain sampah organik, sampah plastik juga akan dihargai. Sampah plastik nantinya akan dikelola oleh pihak swasta. “Sampah yang lain yang dikelola oleh pemerintah itu organik. Sampah plastik dikelola oleh swasta. Plastik dimasukkan eco brick akan dihargai Rp 2.000 per kilo,” ungkapnya.

Terkait sampah diluar plastik dan organik seperti pembalut dan popok pihaknya akan mengolahnya menjadi bahan bata ringan. Kedua jenis limbah tersebut diakuinya cukup merepotkan. “Non plastik kita cacah kita jadikan bata ringan,” paparnya.

Terpisah, Ngadimin Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Banyumas menjelaskan, peluncuran Salinmas memang dilakukan bertepatan dengan MOU smart city. Ini dilakukan agar momentumnya sesuai. “Nanti akan diuji coba tiga wilayah dahulu yaitu Purwokerto Lor, Sokanegara, dan Kedungwuluh,” ucapnya.

Guna mendukung Salinmas pihaknya memfasilitasi komposter. Baru ada 200 komposter yang rencananya disiapkan 2000. “Harapannya nanti yang lain dapat mengikuti,” tandas Ngadimin. (aam/radarbanyumas)