Pura-Pura Nyoba Motor, Ternyata Malah Dibawa Kabur

by
Tersangka tengahe jalani pemeriksaan oleh petugas Polsek Sragi. (Dok istimewa)

KAJEN – Supratman Alias Doploh (22) warga Dukuh Wuluh Desa Blimbingwuluh, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan dibekuk oleh Unit Reskrim Polsek Sragi di rumahnya, Selasa (8/10/2019). Dia ditangkap karena membawa kabur sepeda motor Suzuki Satria Fu Nopol G-2201-AZ milik Krisdiyantoro (23) saat hendak dijual.

“Aksi pelaku sendiri dilakukan dengan modus pura-pura test drive atau mencoba saat mau membeli motor korban, namun kemudian membawa kabur motor tersebut,” ujar Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko melalui Kasubbag Humas Iptu Akrom.

Kasubbag Humas menjelaskan, penipuan tersebut berawal ketika korban memosting gambar sepeda motor miliknya di media sosial untuk dijual. Pada saat itu juga pelaku Supratman mengkomentari postingan tersebut lewat media sosial, dan berencana untuk membelinya dengan melakukan perjanjian transaksi di rumah korban di Dukuh Peklontongan, Desa Sumub Kidul, Kecamatan Sragi.

Setelah keduanya bertemu pelaku bermaksut untuk mencoba sepeda motor tersebut di jalan depan rumah korban ke arah timur. Setelah mencoba, pelaku kembali lagi ke rumah korban dengan mempermasalahkan kopling sepeda motor. Komplian tersebut ditanggapi korban dengan membenarkan kopling, kemudian pelaku mencoba lagi motor tersebut melaju ke arah timur. Setelah beberapa jam menunggu ternyata pelaku tidak kembali lagi.

“Korban sudah berusaha mencari keberadaan sepeda motornya yang dibawa pelaku, namun tidak mendapatkan hasil. Selanjutnya Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sragi guna pengusutan lebih lanjut,” jelas Kasubag Humas.

Setelah menerima laporan tersebut Unit Reskrim Polsek Sragi berkoordinasi dengan Tim Buser Sat Reskrim Polres Pekalongan, selang beberapa saat kemudian petugas mengetahui keberadaan pelaku, dan kemjudian menangkapnya saat berada di rumahnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengakui atas perbuatannya. Sedangkan motor yang dibawa kabur telah dijual kepada perantara yang ia kenal yakni HD.

Pada hari Rabu (9/10/2019) sekitar pukul 10.00 Wib, petugas juga berhasil mengamankan HD yang saat itu berada di rumahnya, yakni di Kelurahan Bener Kecamatan Wiradesa, dan dari hasil pengakuannya bahwa motor tersebut sudah terjual.

“Untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya tersebut, Supratman Alias Doploh akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan yang ancaman hukumannya 4 tahun hukuman penjara,” tandas Kasubbag Humas Iptu Akrom. (red/hpp)