Potensi Melimpah, Pemanfaatan Belum Optimal

by

*DKP Dorong Budidaya Ikan Air Tawar

DORONG – Potensi melimpah, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal dorong budidaya ikan air tawar.

KENDAL – Melimpahnya potensi budidaya perikanan air tawar di Kabupaten Kendal dinilai belum tergarap secara optimal. Padahal, banyak lahan yang potensial dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Sri Harjito mengatakan, pada tingkat implementasi, pendekatan kawasan bisa dilaksanakan melalui sistem perikanan berbasis wilayah. Dengan pendekatan kawasan, pembinaan unit produksi dan usaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ikan air tawar bisa lebih fokus dan tepat sasaran. “Ada lima kecamatan yang kami tetapkan sebagai kawasan pengembangan budidaya ikan air tawar, yakni Limbangan, Singorojo, Patean, Sukorejo, dan Plantungan,” katanya, Rabu (9/10).

Dijelaskan, pengembangan kawasan budidaya perikanan bertujuan mendorong penerapan manajemen hamparan untuk mencapai skala ekonomi, mencegah penyebaran penyakit. Selain itu juga meningkatkan efisiensi dalam penggunaan air, mengintegrasikan pemenuhan kebutuhan sarana produksi, proses produksi, pemasaran hasil, dan pengelolaan lingkungan dalam suatu sistem yang baik. Sistem pengembangan kawasan memungkinkan proses produksi dilakukan secara terintegrasi, mulai penggunaan benih bersertifikat, induk ikan berkualitas, hingga penerapan padat tebar yang tidak tinggi.

Selain itu, penggunaan obat dan pakan terdaftar, pengelolaan limbah, pengawasan, dan pengendalian. “Desa Gondang, Kecamatan Limbangan, kami tunjuk sebagai desa pionir pengembangan budidaya ikan air tawar. Kami pilih Desa Gondang, karena memiliki potensi sumber daya alam melimpah pengembangan budidaya ikan khususnya nila dan lele. Harapanya nanti akan jadi percontohan bagi desa-desa lainnyam,” terang Harjito.

Sementara itu, Kades Gondang, Yudi Susanto mengatakan, warganya antusias menyambut proyek perubahan tersebut. Dari kelompok pembudidaya ikan, BPD, kadus, wanita tani, karang taruna, dan unsur pemerintah desa mendukung dan terlibat aktif. Sebagai sentra produksi, Desa Gondang diharapkan bisa berkembang sebagaimana perkotaan dengan dukungan sarana prasarana, jaringan distribusi bahan baku dan hasil produksi, akses permodalan, serta jaminan pemasaran yang memadai.

“Kami secara mandiri sudah studi banding ke Klaten untuk melihat budidaya ikan nila di sana. Di sana ada lima desa yang melakukan budi daya nila. Harapanya bisa mencontoh budidaya yang diterakan di sana,”tukasnya. (lid)