Awas, Jangan Palsukan Data Kependudukan

by

*Masyarakat Diminta Sukseskan Sensus 2020

KENDAL – Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan program sensus penduduk tahun 2020. Untuk itu, masyarakat Kendal diminta membantu memberikan data yang akurat pada program sensus penduduk tersebut, dan tidak sekali-kali memalsukan data.

Selain menerjunkan petugas pencacah BPS, pelaksanaan sensus penduduk juga akan melibatkan pengurus rukun tetangga (RT) dan karang taruna dalam melakukan pendataan kepada masyarakat.

“Program sensus penduduk ini harus kita dukung bersama. Caranya berikan input data yang akurat. Jangan dipalsu-palsukan. Berikan data yang valid. Karena jika data yang diberikan tidak valid akan menyesatkan dikemudian hari. Dengan sensus di 2020 ini, mari kita songsong data yang valid,” kata Sekda Kendal, Moh Toha, saat acara Dialog dan Ngopi bareng Bupati Kendal, dengan tema “Sensus Penduduk 2020 Mencatat Indonesia”, pada giat Car Free Day (CFD) di Stadion Utama Kendal, Minggu (06/10).



Lebih lanjut, Toha mengungkapkan, pada dasarnya data kependudukan sudah ada di Dinas Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), dan sudah online. Akan tetapi yang menjadi persoalan yang selama ini kerap muncul adalah penduduk atau aparatur yang berada ditingkat bawah kurang aktif melakukan perbaharuan data kependudukan tersebut. Sehingga tetap ada perbedaanya di lapangan.
“Di sensus penduduk 2020, kita cocokan persis antara data yang ada. BPS nanti akan ambil data kependudukan di Dispendukcapil sebagai data awal kemudian dicocokan di lapangan. Dalam sesnsus komponen data-data kependudukan, seperti jumlah penduduknya tiap keluarga berapa, anggotanya siapa. Jangan sampai salah nama dan tempat tanggal lahir. Kemudian ada data pendidikan terkahir yang itu juga nanti masuk dalam ranah sensus,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa meminta semua masyarakat kendal untuk menyukseskan Sensus Penduduk tahun 2020. Menurutnya dengan mengikuti sensus penduduk maka termasuk dalam kegiatan tertib administrasi kependudukan. “Wajib bagi warga negara Indonesia melengkapi indentitas dirinya karena masuk teretib administratif kependudukan,” ungkapnya.

Sementara Kepala BPS Kendal, Umi Hastuti, mengatakan, lambang sensus penduduk 2020, adalah ada bundaran-bundaran kecil. Arti dari lambang tersebut tersebut adalah penduduk yang saling bergandengan tangan. Kemudian ada tanda lainya yang menunjukan grafik penduduk naik setiap tahunnya. “Bahwa ini jelas kita harus memperhatikan dari sensus penduduk diketahui bahwa grafik penduduk kita jumlahnya naik sekitar 0,92 persen. Ini adalah gambaran umum,” jelasnya.

Umi memyatakan, pelaksanaan sensus penduduk tahun 2020, akan dilakukan pada bulan Februari dan Maret, secara online. Sehingga setelah bulan Maret, pelaksaanaan sesnsus secara online ditutup. Untuk langkah awal, BPS akan melakukan pendataan secara android. Dalam melakukan pendataan tersebut, pihaknya akan melibatkan pengurus RT.

“Pengurus RT nanti kita rekrut dan dlatih. Mereka nanti akan mengajak warganya melakukan sensus penduduk secara online. Tak hanya itu, kami juga akan gandeng karang taruna. Kami sudah matur ke bupati terkait hal itu. Di sensus kami bekerjasama dengan Dispendukcapil. Jadi data yang kami ambil semua data dari Disdukcapil. Nanti update datanya melalui adroid dengan paswordnya adalah NIK. Semua yang muncul di NIK kita input, setelah itu baru muncul pertanyaan-pertanyaan yang bisa diisi oleh masing-masing penduduk,” tandasnya.(lid)