Sarung Batik Miliki Peluang Ekspor

by
CINDERAMATA – Wali Kota HM Saelany Mahfudz SE memberikan cinderamata kepada Sekretaris Ditjen Asia Pasifik dan Afrika, Rossy Veroma dan para utusan negara, dalam Batik Business Meeting di Hotel Pesona, Jumat (4/10).

KOTA – Produk sarung batik asal Pekalongan memiliki potensi yang cukup besar untuk dijual ke pasar ekspor, diantaranya ke Negara Fiji, Malaysia, Pakistan dan Kamboja. Hal tersebut terungkap dalam Batik Business Meeting di Hotel Pesona, Jumat (4/10).

Ambassador Fiji Embassy, Isaac Grace mengatakan, bila masyarakat Fiji mengenal namanya Sarung. Makanya peluang bagi pelaku UKM Pekalongan untuk ekspansi pasar ke Fiji. “Kami ada event Trade Pasifik. Nah moment tersebut, semua kedutaan Pasifik dan para buyernya mendatangi acara tersebut. Pelaku batik bisa ikut pameran,” ungkapnya, yang sudah diterjemahkan Ivan dari Kadin Pekalongan.



Isaac Grace menambahkan, produk yang bisa diekspor ke Fiji, diantaranya Garmen, Bambu, Coffe, Apel, Handicraft, Furniture, dan Customer goods. “Kami membuka peluang kerjasama,” terangnya.

Senada disampaikan Trade Commisioner Malaysia, Har Man Ahmad. Ia menyebut, masyarakat Malaysia juga mengenal Sarung. Bahkan di negaranya juga mengenal batik. “Malaysia punya batik,” bebernya.

Tino Soon yang merupakan Buyer Malaysia mengaku sangat mengenal batik Pekalongan, baik motif-motifnya maupun prosesnya. Karena sudah berulang kali berkunjung ke Pekalongan. “Saya suka batik pekalongan.”

Second Secretary Pakistan Embassy
, Jamal Nasir juga mengaku, bila produk batik memiliki peluang untuk dipasarkan di Negara Pakistan. “Masyarakat Pakistan mengenal namanya Harja, semacam Sarung,” jawabnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota HM Saelany Mahfudz SE sangat berharap adanya kemitraan antara pelaku UKM Batik Pekalongan dengan para Buyer pada moment Batik Business Meeting di Hotel Pesona. “Kami harapkan terjalin transaksi antara pelaku UKM dengan Buyer. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pekalongan,” harapnya.

Saelany menyebut, UKM Batik Pekalongan telah menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. “Kami dari Pemkot selaku memberikan kesempatan bagi masyarakat tuk berwirausaha. Pemerintah selalu berikan kemudahan untuk berirausaha,” tuturnya.

Koordinator acara, Nanggolo Mulyo Wani Aji menjelaskan, bila event Batik Busines Meeting adalah salah satu agenda besar Pekan Batik 2019. Selain ada acara lain yang juga menarik, misalnya Carnaval, Pameran Batik, Lomba Desain Batik dan Dialog interaktif. “Ini Kesempatan bagi buyer dan pelaku UKM untuk menjalin kemitraan. Ini peluang bisnis sangat terbuka. Kami harapkan dapat meningkatkan eksportir baru,” pungkasnya. (dur)