Potensi Melimpah Namun Dipasok dari Luar

by -
PANEN LELE- Usai memberikan bantuan benih ikan lele, Bupati Asip Kholbihi didampingi Kepala DKP Sirhan panen ikan lele di Desa Pantianom, Kecamatan Bojong, kemarin sore. Foto: Hadi Waluyo.

Pasokan Ikan Air Tawar

Kabupaten Pekalongan kaya akan potensi ikan, baik ikan laut, payau, hingga ikan air tawar. Namun, suplai ikan air tawar untuk rumah makan dan usaha kuliner serta di pasaran di Kabupaten Pekalongan masih banyak disuplai dari Banjarnegara.

Oleh karena itu, Pemkab Pekalongan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan terus berupaya mengembangkan sentra-sentra budidaya ikan air tawar di Kota Santri. Salah satunya, pemda memberikan bantuan 20 ribu bibit ikan lele, 2 ton pakan, 10 kolam ikan, dan alkon kepada kelompok pembudidaya ikan lele di Desa Pantianom, Kecamatan Bojong. Desa ini diharapkan bisa berkembang menjadi sentra budidaya ikan lele, dan menjadi tempat tujuan wisata minat khusus.

Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sirhan kepada masyarakat setempat, Kamis (3/10) sore.

Bupati Asip mengatakan, tujuan pemberian bantuan itu agar Kabupaten Pekalongan bisa swasembada di pasokan ikan. Menurutnya, potensi Kabupaten Pekalongan luar biasa, ada ikan laut dan tawar.

“Padi sudah surplus, tinggal lauknya seperti ikan lele ini biar surplus juga, karena suplai ikan kita masih banyak dari Banjarnegara,” ujar Bupati. Bupati ingin menjadikan Desa Pantianom sebagai sentra budidaya ikan lele yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat, dan pemerintah hanya memfasilitasinya. “Harapannya yang dulunya tidak ada income dari sektor ini sekarang bisa muncul dari sektor perikanan ikan lele ini,” harapannya.

Menurutnya, hal itu menunjukan jika dinamika pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan semakin menyebar. Dimana masing-masing sektor itu bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan. “Ini sektor yang digarap oleh Dinas Kelautan dan Perikanan,” katanya.

Ke depan, Bupati memiliki ide agar desa itu bisa dijadikan sebagai tempat tujuan wisata mandiri. “Masyarakat bisa datang ke sini, mancing sendiri, bakar ikannya sendiri, bahkan nguleg sambalnya sendiri. Nasinya sudah disediakan karena Pantianom ini sentra tanaman padi,” ungkap Bupati.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sirhan menambahkan, luas lahan perikanan di Kabupaten Pekalongan untuk budidaya ikan air tawar seluas 51 hektare dan budidaya ikan air payau seluas 85 hektare. Menurutnya, rata-rata produksi ikan sebanyak 7.800 ton pertahunnya. “Tiap tahun ada peningkatan produktivitas ikannya, karena kita mengembangkan terus perikanan ini. Kita terus membantu dan mendorong teman-teman pembudidaya untuk selalu membuat kolam baru,” ujar Sirhan. (ap5)