Menghalau Konversi Lahan Lewat RTRW

by
Kepala Dispaperta Batang, Ir Migayani Thamrin

LUASAN lahan pertanian di wilayah Kabupaten Batang terus mengalami penyusutan dari tahun ke tahun. Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang mencatat, terdapat penurunan luas lahan baku sawah dari semula 22 ribu hektar menjadi tinggal 17 ribu hektar.

Kepala Dispaperta Batang, Ir Migayani Thamrin menyebut, luas lahan baku sawah di wilayah Kabupaten Batang mengalami penurunan. Penurunan luas lahan tersebut, kata dia, dipicu oleh gencarnya alih fungsi.

“Ya, menurut data yang kita peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, saat ini luas lahan baku sawah di wilayah Kabupaten Batang tersisa 17 ribu hektar, dari semula 22 ribu hektar,” ungkapnya, saat ditemui belum lama ini.

Ia mengatakan, adanya faktor konversi lahan dari pertanian ke berbagai pembangunan tidak bisa dihindari. Selama ini, banyak pemilik sawah yang menjual lahannya untuk kegunaan lain, seperti industri, jalan tol, hingga properti.

“Untuk menanggulangi alih fungsi lahan sawah, sudah ada UU RI Nomor 41 Tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Melalui UU tersebut, harus ada lahan yang dilindungi dan dimasukkan kedalam Perda RTRW. Oleh karenanya, kita berencana untuk menetapkan 16.600 hektar sekian lewat RTRW tersebut,” katanya. (fel)