Seni Ukiran Kayu Bisa Jadi Pilihan Dekorasi

by
UNIK – Pameran DEA Art 77, ragam produknya mulai dari Joglo, Gebyok hingga kursi fosil juga ada.

PEKALONGAN – Menampilkan seni ukiran khas Jawa yang kental akan makna seni yang tertuang dalam bentuk Joglo, Rumah, ataupun Gebyok, nyatanya menarik jadi penghias dekorasi ruang. Seperti terlihat di pameran Transmart Pekalongan DEA Art 77 menawarkan spesial reproduksi produk kayu yang khas untuk jadi perhatian, Selasa (1/10).

General Manager setempat, Astana Rubi, mengatakan DEA Art 77 sendiri menawarkan produk seni dari bahan dasar kayu. Dan rumah produksinya ada di Kudus, Semarang dan juga galeri di Salatiga. DEA Art 77 juga ada dirumah makan sekaligus galeri Joglo tepi sawah Restoran Indonesia, yang berlokasi di Jalan Baru Lingkar Salatiga KM1. Berbicara produk lebih mengarah pada spesialis produksi Joglo. Yang juga meliputi Gebyok Ukir, Gazebo, Living Room, ada juga outdoor dan indoor hingga villa juga bisa. Semua lengkap melayani spesialis produksi kayu ukir.

Apalagi sekarang tengah tren desain rumah minimalis yang diberi ornamen kayu, seperti jenis pintu gapura, ataupun atap joglo jadi tidak salahnya berkunjung dan melihat langsung produknya disini. “Intinya kita jualan juga sekaligus mengenalkan budaya Jawa, karena pada dasarnya produk kami khas akan unsur Jawa itu sendiri,” imbuhnya.
Untuk desain ukiranya sendiri tidak hanya dari Kudus saja, ada dari Majapahit, Madura hingga Bali. Bisa disesuaikan dengan permintaan konsumen.

“Karena produksi sendiri jadi pengerjaan by costum tergantung kesulitanya, semakin tinggi kesulitan semakin lama waktunya. Misal contoh untuk Gebyok ataupun pintu gapuro kecil saja lama pengerjaan bisa sampai 1 hingga 2 bulan,” tuturnya.

Karakteristik disini lebih mengenalkan pada model ukiran Jawa yang kental akan makna seperti halnya gunungan ataupun tokoh wayang. Dilihat dari kwalitas juga terbukti ketahananya, menggunaka kayu yang teruji terbaik.

Berbicara soal harga sendiri spesial ada penawaran menarik di pameran kali ini ada promo 50% hingga 70%. Dati harga kisaran Rp11 juta hingga Rp15 jutaan. “Spesial harga di pameran Pekalongan, biasanya kita jual dikisaran Rp20 jutaan tapi tidak disini.

Tujuanya lebih ingin lihat pangsa pasar Pekalongan yang terkenal akan ke khasan Batik, yang notabene pecinta seni apakah juga berminat di Seni ukir kayu kita ini,” lanjutnya.

Pihaknya juga berpendapat bagaimana jadinya kalau Batik Khas Pekalongan yang kental akan seninya dipadukan dengan Gebyok, pasti akan lebih kental karakter seninya. Pihaknya optimis, akan peningkatan penjualan di pameran Pekalongan ini. (ap3)