Kebakaran, Sembilan Rumah yang Dihuni 29 Jiwa Ludes

by
PADAMKAN API – Petugas Damkar tengah berupaya memadamkan sisa titik api di tengah puing-puing rumah yang ludes terbakar di Dusun Leban, RT 2 RW 2, Desa Johorejo, Gemuh, kemarin siang.

KENDAL – Sembilan rumah warga di Dusun Leban, RT 2 RW 2, Desa Johorejo, Kecamatan Gemuh, ludes terbakar, Rabu (25/9) pukul 13.00 kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

Informasi yang dihimpun Radar, api berasal dari rumah Nganti (65). Kebakaran diduga berawal dari korsleting listrik. Api dengan cepat menjalar dan mengakibatkan 9 rumah ikut dilalap si jago merah. Sebanyak 9 rumah itu diketahui dihuni oleh 10 kepala keluarga (KK) dengan total 29 jiwa.

Kapolsek Gemuh, AKP Abdullah Umar mengatakan, hasil penyelidikan sementara, sumber api diduga karena hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Sesuai keterangan saksi, api pertama terlihat dari rumah Nganti. “Akibat musibah itu, total ada sembilan rumah yang terbakar,” katanya.

Diungkapkan, sembilan rumah warga yang ludes terbakar itu, yaitu milik Nganti (65), Suriyah (70), Rukati (70), Saparoh (40), Sedi(55), Sri Mulyani (35), Wibowo Murdiman (40), Nur Khasanah (25), dan Nakisah (75). Rumah yang ludes terbakar sebagian besar terbuat dari kayu.
“Pemilik bekerja sebagai petani dan buruh. Kebetulan, saat kejadian rumah dalam keadaan kosong,” terangnya.

Kepala Dukuh Leban, Kaswan mengatakan, saat kebakaran terjadi, rumah dalam kondisi kosong. Sebagian besar penghuni sedang menata tembakau. Api yang sangat besar menyebabkan warga kewalahan memadamkannya. Terlebih, angin juga tengah berhembus kencang, sehingga mengakibatkan api mudah membesar. “Pemilik rumah tidak sempat menyelamatkan perabotan rumah tangga,” tuturnya.

Kabid Pemadam Kebakaran, M Arif Masrukhin mengatakan, pihaknya mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan kobaran api. “Kami kesulitan memadamkan api, karena sumber air cukup jauh,” katanya. (lid)