Sah, Empat Pimpinan DPRD Resmi Dilantik

by

*Pelantikan Susulan Dilakukan bagi Empat Anggota

PENGAMBILAN SUMPAH – Proses pengambilan sumpah keempat Pimpinan Dewan dipandu langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Batang, Abdullatip.

BATANG – Empat Pimpinan DPRD Kabupaten Batang, Selasa (24/9) kemarin menjalani proses pengambilan sumpah dan peresmian pengangkatan sebagai Pimpinan DPRD masa jabatan 2019-2024.

Pengucapan sumpah empat pimpinan, yakni Maulana Yusuf dari PKB sebagai Ketua DPRD, Junaenah dari PDI Perjuangan sebagai Wakil Ketua, Nur Untung Slamet dari Golkar sebagai Wakil Ketua, dan Nur Faizin dari PPP sebagai Wakil Ketua.

Proses pengambilan sumpah dipandu langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Batang, Abdullatip dan disaksikan Wakil Bupati Batang, Suyono, Forkopimda, Sekda dan pimpinan OPD, seluruh anggota DPRD , dan tamu undangan serta keluarga pimpinan DPRD.

Selain melantik empat pimpinan, Rapat Paripurna juga mengagendakan pelantikan dan pengambilan sumpah susulan terhadap empat anggota DPRD Batang periode 2019–2024. Mereka urung dilantik pada 14 Agustus silam karena tengah menunaikan Ibadah Haji, yakni Nur Cahyaningsih, Rustiasih, Riharso, dan Teguh Ery Susanto.

Ketua DPRD Batang, Maulana Yusuf mengatakan, setelah unsur pimpinan dewan dilantik, maka pihaknya akan segera melakukan pembentukan alat kelengkapan DPRD (AKD), di antaranya komisi-komisi dan juga Badan Anggaran, Badan Pembahasan Peraturan Daerah, Badan Musyawarah serta Badan Kehormatan.

“Kita targetkan, Selasa (24/9) hari ini, pembentukan AKD, komisi komisi dan badan badan dapat terselesaikan semua. Sebab rencananya besok kita mulai melaksanakan agenda badan anggaran satu,” katanya.

Selain itu, atas nama pimpinan lembaga, Yusuf mengingatkan akan tugas pokok dan fungsi anggota DPRD. Menurutnya, ada tiga fungsi utama yang harus menjadi perhatian, yakni fungsi anggaran, pembentukan perda, dan pengawasan.

“Ini sarana bagi DPRD untuk memperjuangkan, memperbaiki dan membangun tata kehidupan masyarakat Kabupaten Batang yang lebih baik. Selain itu, kita juga harus mendengar suara rakyat yang akan menjadi energi dasar bagi kita dalam menjalankan fungsi kedewanan ,” jelasnya.

Lima tahun di lembaga DPRD, kata Yusuf, pihaknya harus berusaha memberikan catatan manis bagi masyarakat. Catatan manis tersebut akan tertoreh dengan tinta emas, manakala pihaknya mampu mendobrak sejumlah permasalahan yang masih menjadi membayangi Kabupaten Batang.

“Kita harus bisa menggerus angka kemiskinan yang masih cukup tinggi sebesar 8,69 persen di tahun 2018. Kemudian meningkatkan angka IPM yang saat ini masih 67,86 persen, menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang masih 4,23 persen, dan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah yang saat ini diproyeksikan sebesar 5,98 persen,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Batang, Suyono menyampaikan harapannya, agar Pimpinan maupun anggota DPRD dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang.

“Mari saling menampung aspirasi rakyat demi terwujudnya cita-cita kita bersama, guyub rukun mbangun batang untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” pintanya.

Menurutnya, Pemkab membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk DPRD sebagai lembaga legislatif daerah dan merupakan bagian tak terpisahkan dari pemerintah daerah untuk terus berupaya menfokuskan program penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan begitu, berbagai program pembangunan dapat berhasil dan optimal.

“Sinegritas legislatif dan eksekutif amatlah penting, utamanya dalam perencanaan anggaran maupun penyusunan program strategis daerah serta pembentukan perda-perda sebagai landasan pembangunan daerah. Maka pada kesempatan ini, saya mengajak segenap pimpinan dan anggota DPRD untuk bersama-sama kami, bekerja keras, dan transparan dalam suasana yang damai dan harmonis, mewujudkan kesejahteraan masyarakat Batang. Mari kita menjaga kebersamaan, agar kita dapat bekerja bersama-sama memajukan Batang,” pungkasnya. (fel)