Dua Pekan Operasi, 2.063 Pelanggar Ditilang

by -
OPERASI – Anggota Satlantas Polres Pekalongan Kota melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas di kawasan Jetayu, pada hari terakhir Operasi Patuh Candi 2019, Rabu (11/9). WAHYU HIDAYAT

KOTA – Selama dua pekan pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2019 dari 29 Agustus hingga 11 September, Satlantas Polres Pekalongan Kota telah melakukan penilangan terhadap 2.063 pengendara yang melakukan pelanggaran.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu melalui Kasatlantas AKP Muchammad Yogi Prawira menuturkan, pelanggaran sebanyak itu sebagian besar dilakukan pengendara sepeda motor.

Adapun dari jenis pelanggaran, paling tinggi adalah pelanggaran melawan arus yang mencapai 844 pelanggar. Disusul kemudian pelanggaran lain-lain yakni tidak membawa kelengkapan surat-surat, seperti SIM dan STNK, dengan jumlah 607 pelanggar. Berikutnya, pelanggaran karena tidak memakai helm, sebanyak 472 pelanggar.

Selain itu, petugas juga menilang 83 pengemudi karena kedapatan tidak menggunakan sabuk keselamatan, kemudian pengendara yang menggunakan HP saat berkendara, serta pengendara yang masih di bawah umur sejumlah 13 orang. Dalam satu hari operasi, rata-rata pihaknya melakukan 150 penindakan terhadap pelanggar

“Dari total pelanggaran tersebut, memang masih didominasi oleh pengendara yang melawan arus, tidak membawa SIM atau STNK, serta pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm,” jelas Kasatlantas, Rabu (11/9).

Ditambahkan AKP Yogi, sasaran dalam pelaksanaan operasi patuh 2019 ini adalah penggunaan helm, penggunaan sabuk keselamatan, berkendara melebihi batas kecepatan, melawan arus lalu lintas, pengendara dibawah umur, mabuk saat berkendara, menggunakan hp saat berkendara, penggunaan lampu strobo Rotator dan sirine.

Ditambahkan AKP Yogi, dalam Operasi Patuh Candi 2019 ini ada delapan pelanggaran yang menjadi sasaran prioritas penindakan. Kedelapan jenis pelanggaran ini yakni tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk keselamatan, berkendara melebihi batas kecepatan, melawan arus lalu lintas, pengendara di bawah umur, mabuk saat berkendara, menggunakan hp saat berkendara, serta penggunaan lampu strobo rotator dan sirine.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus melaksanakan berbagai upaya preemtif, preventif, maupun penindakan untuk meningkatkan kepatuhan pengendara terhadap aturan tertib berlalu lintas.

“Harapannya, upaya-upya yang dilakukan ini dapat mencegah terjadinya kecelakaan, meminimalisir fatalitas korban kecelakaan, baik itu luka berat maupun korban jiwa, mewujudkan kamseltibcarlantas, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menaati segala aturan tertib berlalulintas,” imbuhnya. (way)