Gara-gara Masak Ditinggal Pergi, 4 Rumah Terbakar

by -
TERBAKAR – Sebanyak empat rumah milik warga di Dusun Jingkang, Desa Mulyosari, RT8, RW03, Kecamatan Sukorejo, terbakar, Rabu (11/9) pagi. NUR KHOLID MS

KENDAL – Sebanyak empat rumah di Dusun Jingkang, Desa Mulyosari, RT 8, RW 03, Kecamatan Sukorejo, terbakar, Rabu (11/9) pagi kemarin. Peristiwa kebakaran diduga akibat kelalaian memasak menggunakan tungku bakar yang ditinggal pergi pemiliknya. Selain empat rumah, dua ekor kambing juga ikut mati terpanggang.

Informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali melanda rumah milik Senadi. Namun api dengan cepat membesar hingga merambat ke rumah lainnya. Dari insiden tersebut, dua rumah tercatat rusak parah, yakni milik Senadi dan Solikhin. Sedangkan dua rumah lainnya, yakni milik Tukardi dan Slamet, mengalami rusak sedang.

“Ya saya hanya bisa pasrah, sebab saat kejadian itu sedang berada di sawah. Mengetahui rumah terbakar juga diberitahu warga lain,” kata Senadi yang rumahnya ikut terbakar.

Mengetahui hal itu, sejumlah warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukorejo dan BPBD Kendal serta Satpolkar Kendal. Dua unit armada Damkar Sukorejo yang tiba di lokasi langsung berusaha memadamkan kobaran api.

Kabid Pemadam Kebakaran Satpolkar Kendal, Arif Masrukhin, mengatakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 09.45 WIB. Diduga api berasal dari tungku kayu yang sedang digunakan untuk memasak gula aren jawa membakar dinding papan kayu rumah, saat sang pemiliki pergi keluar. “Informasi itu langsung kami terima beberapa menit saat kejadian. Dua unit armada Damkar sektor Sukorejo langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman dengan dibantu warga sekitar,” katanya.

Pihaknya menghimbau warga untuk waspada dan tidak lalai saat bekerja memasak. Rumah milik Senadi yang terbuat dari papan kayu dengan cepat terbakar dan mengenai rumah tetangga lainnya. “Kami menghimbau kepada warga agar waspada jika sedang memasak. Jangan sampai berakibat seperti ini lagi. Kejadian ini bisa kita jadikan sebagai pembelajaran,” pesannya.

Akibat peristiwa kebakaran itu, pihak korban kebakaran setidaknya mengalami kerugian hingga Rp 200an juta. Ia menyebutkan, sebelumnya pada Selasa (10/9) malam, kebakaran juga menimpa sebuah rumah yang diakibatkan karena tungku masak dari kayu di wilayah Cepiring. Pemilik rumah saat itu lalai karena meninggalkan keluar rumah saat dirinya tengah memasak.
“Di musim kemarau ini, potensi terjadinya kebakaran meningkat. Kami juga sering melakukan sosialisasi dan memberikan surat ke OPD lainnya hingga ke pemerintah kecamatan dan desa,” pungkas Arif. (lid)