Catat Ini, Kendaraan Pribadi Dilarang Gunakan Rotator dan Sirine

by -

KOTA – Selain melakukan langkah represif berupa penindakan atau penilangan terhadap para pelanggar lalu lintas, Operasi Patuh Candi 2019 yang digelar Polres Pekalongan Kota juga diisi dengan kegiatan preventif dan sosialisasi kepada masyarakat dan para pengendara.

BAGIKAN LEAFLET – Anggota Satlntas Polres Pekalongan Kota membagi-bagikan leaflet kepada pengendara mobil tentang larangan penggunaan lampu rotator dan sirine, kemarin (2/9). WAHYU HIDAYAT

Diantaranya, menyosialisasikan kepada para pengendara tentang larangan penggunaan lampu strobo, rotator, maupun sirine untuk kendaraan pribadi. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Pekalongan Kota adalah membagi-bagikan leaflet berisi larangan menggunakan lampu rotator dan sirine kepada para pengemudi kendaraan bermotor. Kegiatan ini antara lain dilakukan saat pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2019 di depan Terminal Pekalongan, Senin (2/9) sore.

Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Muchammad Yogi Prawira, melalui Kanit Dikyasa Ipda Budi Winarso, menerangkan bahwa aturan penggunaan lampu sirine dan rotator maupun sejenisnya telah diatur dalam UU No 22 Tahun tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Penggunaan lampu sirine dan rotator untuk kendaraan pribadi itu dilarang. Kami pun terus memberikan sosialisasi dan mengimbau kepada para pengendara agar patuh terhadap aturan ini,” ungkapnya.

Secara aturan, lampu isyarat berupa strobo, sirine, maupun rotator tersebut hanya boleh digunakan oleh instansi terkait seperti polisi, ambulance, pemadam kebakaran, dan lain sebagainya.

Penggunaan lampu isyarat disertai sirine diatur dengan pasal 134 dan 135, boleh dipasang pada kendaraan yang mendapatkan hak utama. Pemasangannya juga harus sesuai dengan pasal 59 UU No 22 Tahun 2009. (way)