Proyek Jembatan Seturi Ditaerget Rampung Desember

oleh -
Proyek Jembatan Seturi Ditaerget Rampung Desember
PENGECEKAN - Ketua TP4D Kejaksaan Negeri Batang, Ridwan Gaos Natasukmana, SH didampingi Kasi Pemeliharaan dan Jembatan, Endro Suryono, melakukan pengecekan proyek Jembatan Seturi, Senin (26/8). DOK ISTIMEWA

*Pekan 15, Progres Pengerjaan Sudah 21,8%

BATANG – Proyek Jembatan Seturi yang melintas di atas aliran muara Sungai Sambong, masuk wilayah Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang, kini sudah menunjukkan progres hingga 21,637 persen. Sesuai kontrak, pekerjaan yang dibiayai pos Bantuan Keuangan Provinsi (Banprov) 2019 itu ditargetkan rampung pada awal Desember mendatang.

Proyek Jembatan Seturi Ditaerget Rampung Desember
PENGECEKAN – Ketua TP4D Kejaksaan Negeri Batang, Ridwan Gaos Natasukmana, SH didampingi Kasi Pemeliharaan dan Jembatan, Endro Suryono, melakukan pengecekan proyek Jembatan Seturi, Senin (26/8). DOK ISTIMEWA

“Sampai dengan minggu ke 15, atau hingga tanggal 25 Agustus kemarin, progres pekerjaan Jembatan Seturi sudah mencapai 21,637 persen dari yang ditargetkan 22,160 persen, karena mengalami deviasi -0,523 persen,” ungkap Kasi Pemeliharaan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Batang, Endro Suryono menjelaskan, Senin (26/8).

Ia mengatakan, saat ini pekerjaan proyek pembangunan Jembatan Seturi masih dalam tahap pemasangan tiang pancang.

“Untuk spesifikasinya, tinggi jembatan dari lantai bawah sampai dengan muka air ROB, yakni 10, 5 meter. Jadi, kapal kapal berukuran besar nantinya bisa melewati bawah jembatan. Kemudian, untuk bentang jembatan 60 meter dan lebar jembatan 8 meter,” jelasnya.

Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 19.700.000.000 itu, kata Endro, ditarget mampu selesai dalam jangka waktu 210 hari kelender, atau dari tanggal 13 Mei 2019 hingga 8 Desember 2019 mendatang.

“Anggaran proyek pembangunan Jembatan Seturi senilai Rp 19,7 miliar ini didapat dari bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah. Proyek tersebut kini tengah dikerjakan oleh rekanan dari PT Marga Karya, dengan nilai kontrak sebelum addendum Rp 18.101.178.000 dan setelah addendum sebesar Rp 19,7 miliar,” katanya.

Ditambahkan Endro, konstruksi Jembatan Seturi akan berbeda dengan sebelumnya. “Akan ada konstruksi kaki seribu menuju jembatan, dengan spesifikasi kanan kiri 25 meter,” pungkasnya.

Seperti diungkapkan Bupati Batang, Wihaji, beberapa waktu lalu, dia mengharapkan nantinya setelah dibangun, Jembatan Seturi bukan saja sebagai jembatan penyeberangan, akan tetapi juga sebagai ikon untuk mendukung program kunjungan wisatanya.

“Saya sudah perintahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, agar desain harus dikaji secara matang dan harus punya nilai artistik. Mengingat jembatan ini juga menghubungkan ke obyek wista Pantai Sigandu, Taman Safarai Dolphin Center dan Pantai Ujungnegoro,” jelas Wihaji. (fel)