SMAN 4 Pekalongan Komitmen Jadi Sekolah Ramah Anak

by
3 FA - SMAN 4 Pekalongan
BUKA - Walikota Pekalongan membuka tirai pernyataan komitmen SMAN 4 Pekalongan menjadi sekolah ramah anak, sebagai simbol melaunching sekolah ramah anak. MALEKHA

KOTA – SMAN 4 Pekalongan menjadi pioner SMA yang berani melaksanakan komitmen sekolah ramah anak di Kota Pekalongan.

Demikian disampaikan Kepala SMAN 4 Pekalongan, Yulianto Nurul Furqon, kepada Radar Pekalongan saat prosesi pelaunchingan sekolah, Senin (26/8).

3 FA - SMAN 4 Pekalongan
BUKA – Walikota Pekalongan membuka tirai pernyataan komitmen SMAN 4 Pekalongan menjadi sekolah ramah anak, sebagai simbol melaunching sekolah ramah anak. MALEKHA

“Kami ditunjuk oleh Kemendikbud dan atas support Pemkot setempat bahwa SMAN 4 layak ditunjuk sebagai model sekolah ramah anak. Kami sejak awal sudah membangun komitmen tidak membedakan apapun, sehingga anak-anak bisa aman, nyaman, terayomi disini, tidak ada bullying, anak-anak berharap mendapatkan pendidikan dan perlakuan yang sama serta terjamin perlindungannya,” ungkap Yuli.

Bukan tanpa alasan SMAN 4 Pekalongan ditunjuk sebagai pioner sekolah ramah anak ditingkat SMA. Karena sejauh ini sekolah berhasil menciptakan suasana nyaman bagi warga sekolah, termasuk salah satu pelajar asal Sorong, Alberto Engel Tipinbu, Putra Papua yang saat ini sedang menempuh studi di SMAN 4 Pekalongan ini juga menyampaikan rasa syukurnya selama bersekolah di Kota Pekalongan merasa aman dan nyaman.

“Saya sangat merasa senang bisa belajar di Kota Pekalongan, fasilitas disini memadai, guru-guru ramah kepada semua siswa, kami anak Papua jugamerasa aman didukung dengan lingkungan teman-teman yang baik, bisa berbaur akrab sehingga kami bisa menerima pelajaran dengan baik dan nyaman berteman tanpa ada perbedaan,” tegas Alberto.

Hal tersebut menjadi salah satu kebanggaan bagi SMAN 4 Pekalongan, sekaligus cambukan semangat untuk terus berbuat lebih baik dalam menjalankan sistem pendidikan lebih baik.

Walikota Pekalongan Saelany Machfudz yang turut hadir dan melaunching secara resmi SMAN 4 Kota Pekalongan sebagai Sekolah ramah anak di Kota Pekalongan, menyampaikan bahwa sekolah ramah anak merupakan salah satu upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak dalam sekolah melalui berbagai penerapan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, aman, indah, asri, nyaman, dengan prinsip utama non diskriminasi. Hal ini juga merupakan salah satu indikator mewujudkan Kota Pekalongan sebagai Kota layak anak.

“Tentu saja Pemkot sangat mendukung, apresiasi sekali dengan adanya SMA yang pertama kali di Kota Pekalongan untuk SMA Negeri 4 Kota Pekalongan ditetapkan sebagai Sekolah ramah anak oleh Kemendikbud RI. Persyaratan sudah mendukung termasuk lingkungan, pembelajaran, sarana dan prasarana dan bagaimana anak-anak ada jaminan merasa aman, nyaman, dan tenteram saat menerima pendidikan di sekolah,” ujar Saelany.

Menurut Saelany, SMA Negeri 4 Kota Pekalongan merupakan salah satu sekolah terbaik yang telah mengharumkan nama Kota Pekalongan atas prestasi yang telah diraih. Selain sekolah SRA yang baru diresmikan, sekolah tersebut juga menyandang sekolah iklusi, sekolah rujukan bagi para pelajar Papua, dan akan maju mewakili Kota Pekalongan dalam pelaksanaan Sekolah Adiwiyata di tingkat Nasional, sekolah anti narkoba serta sekolah penguatan pendidikan karakter.

“SMA 4 dipandang layak karena memang telah memenuhi berbagai kriteria yang mendukung konsep ini baik dari kebijakan sekolah, pelaksanaan proses belajar mengajar yang ramah anak, pendidik dan tenaga pendidikan yang terlatih serta sarana dan prasarana lingkungan yang ramah anak. Selain itu, di sekolah ini menyandang sekolah inklusi karena di sekolah ini tetap menerima peserta didik berkebutuhan khusus, sekolah alternatif sejak tahun 2014 untuk menjadi sekolah rujukan bagi anak Papua setiap tahun ada yang dikirimkan kesini. Mudah-mudahan mereka dapat berinteraksi dengan baik, karena Papua juga Indonesia. Mereka dapat menyerap ilmu yang disampaikan untuk bekal di kampung halamnnya nanti terutama tentang pembelajaran batik,” pungkasnya. (mal)