Progres Proyek Jalan Gladak-Darupono Sudah 40%

oleh -
Jalan Pasar Gladak Rusak Parah
RUSAK PARAH - Jalan Kiai Asyari atau lebih dikenal Jalan Pasar Gladak di Kecamatan Kaliwungu rusak parah. NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

*Ditargetkan Selesai Sebelum Habis Kontrak

KENDAL – Progres realisasi proyek peningkatan ruas jalan Gladak-Darupono terbilang cukup menggembirakan. Meski baru satu bulan berjalan, namun realisasi pekerjaan senilai Rp 16 miliar itu sudah mencapai 40%.

Sesuai perencanaan, proyek jalan tersebut mencakup ruas pertigaan Pasar Gladak sampai Jembatan Besi di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan. Selain menggunakan rigit beton, ruas jalan juga akan dilebarkan, yakni dari lima meter menjadi enam dan delapan meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Ir Sugiono MT mengatakan, pembangunan jalan sepanjang enam kilometer itu dianggarkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 dengan pagu sebesar Rp 18 miliar. Dari hasil lelang, akhirnya diperoleh nilai kontrak sebesar Rp 16 miliar. “Jadi ada penawaran di bawah pagu yang kami sediakan,” ungkapnya saat dikonfirmasi via ponsel, Jumat (23/8).

Sesuai dokumen kontrak, lanjut Sugiono, Surat Perintah Kerja (SPK) pengerjaan proyek jalan tersebut akan memakan waktu lima bulan, yakni terhitung sejak Juli sampai November 2019. Namun progres pelaksanannya ternyata cukup cepat, terbukti volume pekerjaan sudah 40% meski baru satu bulan. Karena itu, dia optimis proyek peningkatan jalan Gladak Darupono akan bisa selesai dalam tiga bulan saja.

Rinciannya, dari Pasar Gladak sampai Desa Protomulyo jalan yang dibangun selebar delapan meter. Selebihnya, dari Protomulyo sampai Darupono dibangun selebar enam meter. “Ketebalan betonnya sama, yakni 25 centimeter dengan beton lapisan dasar setebal tujuh centimeter,” terangnya.

Menurut Sugiono, percepatan waktu pelaksanaan itu lantaran ada lima perusahaan beton yang setiap hari menyuplai ready mix untuk pembangunan jalan tersebut. Tak heran, progres pengerjaannya bisa cepat selesai. “Pekerjaan dilakukan malam hari sampai pagi, sehingga tak mengganggu mobilitas pengguna jalan,” imbuhnya.

Selain pembangunan jalan pengecoran, untuk perbaikan jalan Darupono-Boja juga dibangun dengan pengaspalan. Saat ini sedang dalam tahap kontrak pekerjaan, sehingga diperkirakan pekan depan sudah mulai dikerjakan. (lid)