Anak Punk Bentrok di Alun-alun Batang

by
Anak Punk Bentrok di Alun-alun Batang
Anak Punk Bentrok di Alun-alun Batang

**Dua Perempuan Diculik Punk Batang
**Tiga Anak Punk Mengalami Luka

BATANG – Suasana Alun alun Batang mendadak mencekam, Senin (19/8) malam kemarin. Hal itu karena terjadi tawuran antar anak punk dari luar kota dengan anak punk dari Batang.

Aksi lempar batu, baku hantam, kejar kejaran dan kibasan senjata tajam tak terhindarkan. Akibatnya, tiga anak punk mengalami luka, setelah terkena hantaman benda tumpul.

Kozin, petugas Satpol PP setempat, menceritakan, kejadian bermula saat puluhan anak punk dari Purbalingga dan Cilacap sedang nongkrong di sekitar Alun alun Batang.

“Mereka, anak punk dari luar kota sudah dalam kondisi mabuk semua. Tiba tiba, pada sekitar pukul 23.20 WIB, mereka didatangi gerombolan anak punk dari Batang yang menggunakan sepeda motor dan langsung menyerang gerombolan anak punk dari luar kota,” ungkapnya.

Diduga, aksi penyerangan tersebut dipicu karena anak punk Batang merasa wilayahnya diduduki dan dijadikan tempat pesta miras oleh anak punk dari wilayah lain tanpa seizin terlebih dahulu.

Lanjut Kozin, tak hanya menyerang, anak punk dari Batang juga berhasil membawa kabur dua anak punk perempuan dari gerombolan anak punk luar kota tersebut.

“Akibat tawuran tersebut, dua anak punk dari luar kota mengalami luka akibat terkena pukulan balok kayu dan lemparan batu. Serta satu anak punk dari Batang juga mengalami luka akibat terkena pukulan nekel gelang,” katanya.

Menurutnya, apabila petugas kepolisian dan Satpol PP tak segera melerai, maka aksi serang masih akan terus berlanjut, dan dimungkinkan korban jiwa akan berjatuhan.

“Ya, beruntung tidak ada yang sampai meninggal, karena petugas Polsek Batang Kota dan Satpol PP bergegas membubarkannya,” ujarnya.

Setelah berhasil menghentikan aksi tawuran, petugas menggiring gerombolan anak punk dari luar kota ke tempat aman untuk kemudian diinterogasi dan disita barang bawaan berupa senjata tajam.

“Petugas langsung mengimbau anak punk dari luar kota untuk segera pulang, karena dikhawatirkan aksi susulan akan kembali terjadi apabila anak punk luar kota berlama lama di wilayah Batang,” terangnya.

Gerombolan anak punk dari luar kota pun akhirnya pulang dengan menggunakan truk yang sebelumnya dihentikan oleh petugas. Sementara dua anak punk perempuan dari luar kota masih berada di tangan anak punk Kabupaten Batang.

Hendra warga sipil setempat mengatakan, organisasi anak punk di Batang cukup besar. Bahkan, pergerakannya cukup masif. “Ya, bahkan ada ketuanya. Ada anak punk yang dituakan di Batang. Ketua anak punk ini jika minta sesuatu harus dituruti oleh para pengikutnya,” katanya.

Menurut dia, aksi perebutan perempuan anak punk pun dianggap hal biasa terjadi antar sesama anak punk. “Ya, palingan anak punk dari Cilacap dan Purbalingga ini akan mendapatkan perempuan baru di jalan, dan bisa dibawanya,” pungkasnya. (fel)