Miris, Sampah Berceceran Kotori Pesisir Pantai

by -
Miris, Sampah Berceceran Kotori Pesisir Pantai
BERCECERAN - Kondisi pesisir pantai kawasan wisata rakyat Pantai Sari dipenuhi sampah yang berceceran. Kurangnya fasilitas tempat sampah yang disediakan membuat wisatawan meninggalkan sampah begitu saja. M. AINUL ATHO

*Minim Fasilitas Tempat Sampah

KOTA – Sampah yang tak tertangani masih menjadi problem besar bagi Kota Pekalongan. Selain menumpuk di sungai, sampah juga tak luput mengotori kawasan pesisir pantai di kawasan wisata rakyat Pantai Sari. Di lokasi wisata yang dikelola oleh masyarakat itu, sampah terlihat berceceran di sepanjang tanggul penahan ombak yang memang menjadi favorit bagi masyarakat untuk ‘nongkrong’. Sampah didominasi sampah plastik bekas makanan maupun minuman yang ditinggalkan begitu saja.

Miris, Sampah Berceceran Kotori Pesisir Pantai
BERCECERAN – Kondisi pesisir pantai kawasan wisata rakyat Pantai Sari dipenuhi sampah yang berceceran. Kurangnya fasilitas tempat sampah yang disediakan membuat wisatawan meninggalkan sampah begitu saja. M. AINUL ATHO

Selain kepedulian masyarakat yang masih rendah, fasilitas tempat sampah juga tampak sangat minim. Tempat sampah terlihat hanya tersedia di bagian timur dimana masih terdapat banyak warung atau fasilitas umum milik warga. Sementara di bagian barat, atau tepatnya sebelah barat setelah pintu air, sampah terlihat berceceran tanpa penanganan. Pun fasilitas tempat sampah, hampir sama sekali tidak terlihat.

Salah satu warga, Aditya, mengaku miris melihat kondisi tersebut. “Miris aja, padahal disini adalah lokasi wisata yang murah dan jadi favorit masyarakat. Tapi fasilitas untuk membuang sampahnya tidak ada sama sekali. Kalau yang di depan rumah warga mungkin bisa ditangani warga tapi yang bagian barat ini belum tersentuh,” tuturnya.

Dia mengaku hampir setiap pagi melintas saat bersepeda dan selalu melihat kondisi sampah yang berceceran dan tak tertangani. “Setiap hari saya lewat sini dan kondisinya sama. Meskipun bukan dikelola resmi oleh pemerintah harusnya ini juga menjadi perhatian,” katanya.

Ketua Paguyuban Pedagang dan Pengelola Wisata Rakyat (PPWR), Sahmad, mengakui memang banyak sampah berceceran di lokasi wisata tersebut. Penyebabnya, kesadaran masyarakat terutama wisatawan yang berkunjung ke Pantai Sari untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah. “Memang kesadaran masyarakat, terutama para wisatawan masih rendah. Mereka banyak yang buang sampah masih sembarangan
,” tuturnya.

Namun dia juga mengeluhkan kurangnya bantuan fasilitas dari Pemerintah untuk penyediaan tempat sampah. Sejauh ini, kata dia, PPWR hanya sanggup menyediakan fasilitas tempat sampah di masing-masing warung maupun tempat usaha milik warga. “Kalau di depan warung atau di depan kampungnya sudah ada disediakan oleh warga dengan dana swadaya sehingga relatif masih lumayan bersih. Tapi dananya warga kan terbatas, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan di sepanjang pesisir pantai,” jelasnya.

Selain tempat sampah yang minim, warga setempat dikatakan Sahmad juga kesulitan armada untuk pembuangan sampah ke kontainer terdekat sehingga seringkali sampah menumpuk. “Seringkali ada komunitas yang menggelar kegiatan bersih pantai tapi sampahnya tidak bisa diangkut karena kita tidak punya armada,” tambahnya.

Dia menyatakan sudah mengusulkan pengadaan fasilitas mulai dari tempat sampah, maupun armada berupa kendaraan roda tiga maupun pick up yang akan dikelola paguyuban untuk mengangkut sampah agar dapat dibuang ke kontainer terdekat. Namun sejauh ini, usulan tersebut belum direspon. Begitu juga kegiatan-kegiatan bersih pantai yang sebelumnya rutin digelar oleh dinas terkait dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan, saat ini sudah jarang dilaksanakan.

Sahmad berharap, pemerintah dapat membantu paguyuban setempat dalam mengelola tempat wisata tersebut terutama dalam penyediaan fasilitas umum dalam rangka menjaga kebersihan.(nul)