Beli Motor dengan Uang Receh, Petugas Dealer Butuh 2 Hari Menghitung

by
Melihat Seorang Pelajar Beli Motor Hasil Nabung 5 Tahun
BELI MOTOR - Petugas dealer motor tengah menghitung uang koin yang dibawa Aviani Tri Yulianti (17), warga Desa Sumur Jomblang Bogo, Kecamatan Bojong, untuk membeli motor secara tunai. Foto: Hadi Waluyo.

**Melihat Seorang Pelajar Beli Motor Hasil Nabung 5 Tahun

Siswi kelas III SMAN 1 Bojong, Kabupaten Pekalongan bernama Aviani Tri Yulianti (17), warga Desa Sumur Jomblang Bogo, Kecamatan Bojong ini viral di media sosial, karena membeli motor hasil menabung selama 5 tahun. Seperti apa? Hadi W, Bojong

Melihat Seorang Pelajar Beli Motor Hasil Nabung 5 Tahun
BELI MOTOR – Petugas dealer motor tengah menghitung uang koin yang dibawa Aviani Tri Yulianti (17), warga Desa Sumur Jomblang Bogo, Kecamatan Bojong, untuk membeli motor secara tunai. Foto: Hadi Waluyo.

MENGHARUKAN. Itulah kisah pelajar ini. Betapa tidak, karena ketekatannya memiliki sepeda motor, pelajar ini rela mengurangi uang jajan untuk ditabung. Dan kekerasannya pun terjawab. Ia membeli satu motor sekuter metik di salah satu dealer motor di Kecamatan Bojong secara tunai. Uniknya, uang yang dibawa sebanyak dua karung beras karena berisi koin atau recehan. Uang koin itu ditabungnya selama lima tahun.

Untuk mengangkat dua karung berisi uang koin itu dibutuhkan empat petugas dealer. Bahkan, petugas membutuhkan waktu dua hari untuk bisa menghitung seluruh uang koin tersebut.

Aviani ditemui wartawan di SMAN 1 Bojong, Jumat (9/8), mengaku memiliki keinginan untuk membeli motor sejak lama. Namun ia tidak mau merepotkan orang tuanya, meskipun orang tuanya mampu untuk membelikannya. Oleh karena itu, ia menabung dari uang saku yang diberikan oleh orang tuanya.

“Saya menabung dari kelas 1 SMP,” jelas dia.

Aviani sendiri merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara. Meski demikian ia tak mau dianggap sebagai anak manja di dalam keluarganya.

“Jika ada keinginan pasti saya menabung, seperti saat membeli smartphone. Jika anak lainya minta ke orang tua, saya lebih baik bersabar dan membeli barang dari tabungan saya sendiri,” katanya.

Diceritakan, dalam sehari ia menyisihkan uang saku antara Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu untuk dimasukan ke celengan. Jika celengan sudah penuh, lanjut dia, uang yang terkumpul dimasukan ke karung. Hal itu terus dilakukannya sejak kelas 1 SMP. “Saya ke depan akan terus menabung lagi karena ingin ke Tanah Suci,” katanya.

Sementara itu, Sales Counter Dealer Motor Cendana Wangi Bojong, Iria Irianti, di mana Aviani membeli sepeda motor, menuturkan, Aviani membeli sepeda motor berjenis sekuter metik secara tunai. Menurutnya, ia datang ke dealer bersama ayah dan saudaranya untuk membeli sepeda motor. Aviani membayar sepeda motor tersebut menggunakan uang koin.

Iria menjelaskan, harga sepeda motor yang dibeli Rp 20 juta, di mana uang koin yang dibawa berjumlah Rp 14 juta lebih. Sisanya, kata dia, dibayar oleh ayah Aviani. “Kami membutuhkan waktu dua hari untuk menghitung seluruh uang koin itu. Saat dibawa ke sini, butuh empat orang untuk mengangkat karung berisi uang itu,” terang dia. (ap5)