Mati Suri, Bangkitkan Kembali Pemuda Pancasila Kota dan Kabupaten Pekalongan Lewat Muscab

oleh -

PEKALONGAN – Dianggap mati suri oleh Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Tengah, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota/Kabupaten Pekalongan menggelar musyawarah cabang ke VI di Krakatau Hall Hotel Horison Pekalongan, Jumat (9/8/2019).

Dalam muscab yang diikuti oleh 23 PAC yang terdiri dari 19 PAC kabupaten Pekalongan dan 4 PAC Kota Pekalongan, muncul nama kader yang dinilai layak untuk memimpin organisasi kepemudaan yang mempunyai ciri khas seragam loreng orange.

Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Tengah, Bambang Eko Purnomo (BEP) menjelaskan bahwa sudah sejak lama organisasi Pemuda Pancasila di Pekalongan itu tertidur atau mati suri. Karena itu dengan digelarnya muscab ini bisa membangkitkan kembali semangat perjuangan dari organisasi yang berdiri sejak 28 Oktober 1956 tersebut.

“Saya anggap Pemuda Pancasila di pekalongan ini mati suri, jadi diadakan muscab dengan tujuan untuk terbentuknya kepengurusan baru, semakin solidnya Pemuda Pancasila di Kota dan Kabupaten Pekalongan serta KTAnisai secara nasional dengan cepat karena akan dilaporkan pada saat mubes,” ujar BEP.

BEP juga menambahkan bahwa dalam muscab ini akan dipilih ketua MPC Pemuda Pancasila dari Kota dan Kabupaten Pekalongan. Juga muncul nama yang dicalonkan sebagai kandidat ketua MPC.

“Sudah muncul beberapa nama, diantaranya dari Kabupaten Pekalongan ada Candra Saputra serta dari Kota Pekalongan ada Bambang Yuwono. Silahkan berkompetisi sesuai dengan kemampuan masing-masing dan mempersiapkan syarat-syarat yang harus dimiliki untuk menjadi ketua MPC,” terang BEP.

Sementara itu, Calon Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pekalongan sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Terpilih, Candra Saputra langsung memberikan visi misi dirinya jika terpilih menjadi ketua MPC Kabupaten Pekalongan. Diantaranya membangkitkan kembali jiwa pemuda di Kabupaten Pekalongan dan juga memberikan manfaat untuk masyarakat.

“Saya berkomitmen akan membangkitkan aspek kepemudaan serta juga melakukan regenerasi secara baik supaya tidak mati suri dan juga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dari adanya organisasi Pemuda pancasila ini,” jelas Candra. (rir)