Dorong Guru Buat Bahan Ajar Lebih Variatif dan Inovatif

by
Dorong Guru Buat Bahan Ajar Lebih Variatif dan Inovatif
TANDA TANGANI - Penandatanganan kerja sama Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Geografi Unnes dengan MGMP IPS SMP Kabupaten Batang di SMPN 1 Batang, Kamis (8/8). NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Puluhan guru SMP di Batang mendapatkan pelatihan pembuatan Bahan Ajar yang digelar Tim Pengabdian Universitas Negeri Semarang (Unnes), Kamis (8/8). Pelatihan yang digelar di SMPN 1 Batang itu diikuti guru-guru dari MGMP IPS se Kabupaten Batang.

Dorong Guru Buat Bahan Ajar Lebih Variatif dan Inovatif
TANDA TANGANI – Penandatanganan kerja sama Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Geografi Unnes dengan MGMP IPS SMP Kabupaten Batang di SMPN 1 Batang, Kamis (8/8). NOVIA ROCHMAWATI

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Geografi Unnes, Sriyanto, didampingi salah satu narasumber, Eva Banowati menjelaskan, pelatihan tersebut menjadi wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi Unnes. Di mana tak hanya ada pendidikan dan pengajajaran, penelitian dan pengembangan, tetapi ada juga pengabdian masyarakat. Salah satunya diaktualisasikan dengan pelatihan pembuatan bahan ajar.

Tak dipungkiri, tentunya guru sudah punya dasar tentang pembuatan bahan ajar, sehingga materi yang disampaikan lebih kepada me-refresh materi yang sudah ada sebelumnya. Namun tak hanya itu, turut diselipkan pula update terbaru dari pembuatan bahan ajar, seperti dengan memasukkan unsur perkembangan teknologi.

“Oleh karenanya, kami juga membawa mahasiswa kami, mereka punya program yang sudah dibawa menuju Pimnas. Kami juga ajarkan bagaimana teknologi bisa mendukung bahan ajar yang mereka buat. Seperti di pelajaran geografi ini, caranya untuk memasukkan peta digital dan lainnya, sehingga bahan ajar tak lagi monoton, namun bisa lebih variatif dan inovatif,” terang Sriyanto.

Ketua MGMP IPS SMP Kabupaten Batang, Dinok Sudiami SPd menjelaskan, guru-guru IPS di Batang saat ini sedang semangat, khususnya untuk menempa kompetensi diri. Sehingga ketika ada pelatihan, mereka mau menggelarnya secara swadana.

“Kami juga ingin agar negara merasa tidak rugi telah memberikan kami kenaikkan gaji. Kami memanfaatkan hal tersebut untuk meningkatkan kemampuan kami. Guru-guru sangat bersemangat, bahkan saking semangatnya para guru rela merogoh kocek pribadi untuk mendukung penyelenggaraan acara seperti ini,” jelasnya.

Mewakili Disdikbud Batang, Sumanto mengucapkan terima kasih atas kerja sama dari Unnes Semarang. Menurutnya, pelatihan itu bisa memfasilitasi guru-guru di Batang untuk lebih kompeten di bidangnya. Terlebih, mereka belajar langsung dengan pakarnya.

Ia berharap, para guru bisa lebih berkembang. Tidak hanya enak setelah naik gaji, tapi bisa semakin memperkaya ilmu mereka. Sehingga mereka tidak bosan dan stagnan.
“Harapan saya, mereka tidak hanya sekadar bisa naik pangkat, tetapi mereka juga meningkat ilmunya. Di usia tua nanti, mereka tidak bosan mengajar, karena mereka sedari muda sudah dipacu untuk produktif,” harapnya. (nov)