Antisipasi Mangkrak, Wihaji Sidak Proyek RSUD

oleh -
Antisipasi Mangkrak, Wihaji Sidak Proyek RSUD
TINJAU - Bupati Batang, Wihaji, didampingi Direktur RSUD Kalisari Batang, dr Bekti Mastiadji meninjau proyek pembangunan gedung perawatan khusus anak. DOK ISTIMEWA

*Terkait Pembangunan Ruang Anak

Antisipasi Mangkrak, Wihaji Sidak Proyek RSUD
TINJAU – Bupati Batang, Wihaji, didampingi Direktur RSUD Kalisari Batang, dr Bekti Mastiadji meninjau proyek pembangunan gedung perawatan khusus anak. DOK ISTIMEWA

BATANG – Tak mau terulang untuk kedua kalinya, Bupati Batang, Wihaji, Rabu (7/8) pagi kemarin melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada proyek pembangunan di RSUD Kalisari Batang.

Bupati Wihaji langsung mengecek proses pembangunan gedung perawatan khusus anak, yang didalamnya akan dilengkapi dengan ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

“Kita akan terus melakukan sidak ke RSUD Batang, sebagai bentuk antisipasi berhentinya pembangunan oleh pihak kontraktor. Sebab, pengalaman sebelumnya, proyek pembangunan di RSUD Batang sempat bermasalah,” ujar Wihaji.

Ia mengatakan, pihaknya akan intens memantau progres pembangunan ruang ICU untuk bayi dan anak anak tersebut. Sehingga, di kemudian hari proyek pembangunan di RSUD Batang tidak tersangkut masalah hukum lagi.

“Saya berharap, jangan sampai ada masalah lagi dalam pekerjaan pembangunan di RSUD Batang. Kalau sampai berhenti lagi, kita sudah capek, kasihan rakyat karena harus menunggu dua tahun lagi. Kalau memang ada permasalahan, konsultasikan. Kita bisa bantu carikan solusinya,” tagasnya.

Ia juga berpesan, agar ada perbaikan dalam hal pelayanan, terutama pada IGD dan bangsal. Jangan membedakan pelayanan kepada siapapun, baik pasien pengguna BPJS maupun umum. Sebab, semua memiliki hak yang sama sesuai standar SOP nya.

“Alhamdulilah, saya melihat pelayanan di RSUD Batang sudah tambah baik. Terpenting, pasien dan keluarganya terlayani dengan sebaik mungkin. Tak ketinggalan, perbanyak senyum. Karena pelayanan yang ramah dan banyak senyum, bisa menyembuhkan sakit sebanyak 50 persen,” kata Wihaji.

Sementara itu, Direktur RSUD Kalisari Batang, dr Bekti Mastiadji menjelaskan, pembangunan gedung perawatan khusus anak, atau ruang Flamboyan itu mendapat kucuran anggaran dari APBD sebesar Rp 6,1 miliar. Sesuai kontrak kerja, pembangunan gedung dua lantai itu mulai dikerjakan per tanggal 2 Juli sampai dengan 13 Desember 2019 oleh PT Chimarder dari Kota Semarang.

“Ruang rawat inap Flamboyan meliputi ruang PICU ada lima bad, lima ruang VIP anak, isolasi, ruang lantai atas untuk kelas II dan III ada 24 bad. Untuk progres pembangunanya sendiri, saat ini baru mencapai 6,33 persen,” jelas Bekti.

Adapun terkait pembangunan ruang Radiologi, Laboratorium dan rawat gabung yang tahun lalu pekerjaannya berhenti, saat ini sudah tahap finalisasi pembayaran. Sebab, proses perkara perdatanya di Pengadilan Negeri (PN) sudah selesai. Rencananya, tahun 2020 pembangunan ruang tersebut akan dilanjutkan kembali. (fel)