Clear, Pemda Penuhi Tuntutan Pedagang

oleh -

BATANG – Akhirnya, perjuangan para pedagang kaki lima di Jalan Dr Sutomo membuahkan hasil. Permintaan mereka untuk mendapat dana kompensasi ganti rugi dari rencana pembongkaran lapak dagangan disetujui oleh pemerintah daerah setempat.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Batang, Imam Teguh Raharjo. Ia mengatakan, bahwa Bupati Batang telah menerima aspirasinya terkait pemberian kompensasi kepada puluhan pedagang yang terkena imbas pembangunan Taman Dr Sutomo.

“Aspirasi sudah diterima, dan disetujui oleh Bupati Batang. Sehingga, para pedagang yang terkena penggusuran siap diberikan kompensasi, yang akan diajukan di anggaran perubahan nanti. Setelah ini, saya harap para pedagang bisa bersinergi dengan pemerintah, untuk segera membersihkan bangunan lapak dagangan, agar program kerja pemerintah bisa berjalan,” terangnya.

Pernyataan Teguh tersebut ikut diamini oleh Bupati Batang, Wihaji. Menurut dia, atas dasar aspirasi yang disampaikan oleh DPRD, maka Pemkab Batang menyanggupi apa yang menjadi kehendak masyarakat.

“Dari hasil rapat yang kita gelar, kita sudah menemukan solusinya. Akan kita penuhi tuntutan atau keinginan dari mereka (pedagang) tersebut. Akan kita alokasikan anggaran, untuk memberikan perhatian terhadap pedagang yang kita pindahkan dari Jalan Dr Sutomo,” ujar Wihaji, Selasa (6/8).

Menurut Wihaji, anggaran itu akan diajukannya pada perubahan nanti. Namun secara teknis, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP).

“Besaran anggaran yang kita sediakan sekitar Rp 4 juta an per pedagang, karena berkaitan dengan keterbatasan keuangan kita. Hal ini salah satu bentuk dari kearifan Pemkab Batang dalam upaya mencarikan solusi terbaik bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap, Setelah ini para pedagang bisa mendukung program pemerintah dengan melakukan pembongkaran lapak dagangan mereka. “Setelah kita penuhi tuntutan mereka, kita harap mereka bisa segera pindah. Sebab, pihak kontraktor yang memenangkan lelang sudah siap untuk melakukan pembangunan,” ucapnya.

Terkait tuntutan tempat relokasi, lanjut WIhaji, pihaknya hingga kini masih terus mencari solusinya. “Seperti yang sudah ditawarkan DPRKP, untuk pedagang kuliner kita tawarkan untuk pindah ke Pujasera. Nah, untuk yang pedagang non kuliner ini yang sedang kita carikan solusinya terus menerus,” pungkasnya. (fel)