Odong Odong Dilarang Beroperasi di Jalan Raya

by
Odong Odong Dilarang Beroperasi di Jalan Raya
DILARANG - Sejumlah odong odong yang beroperasi di Jalan raya ditindak tegas oleh anggota Satlantas Polres Pekalongan. TRIYONO

**Kesepakatan Pertemuan di Polres

KAJEN – Maraknya kereta kelinci atau odong odong akhir akhir ini membuat sejumlah sopir angkutan umum rugi. Atas kondisi tersebut, odong odong dilarang beroperasi di Jalan Raya. Hal itu terungkap dalam pertemuan bersama Organisasi Angkutan Daerah.

Odong Odong Dilarang Beroperasi di Jalan Raya
DILARANG – Sejumlah odong odong yang beroperasi di Jalan raya ditindak tegas oleh anggota Satlantas Polres Pekalongan. TRIYONO

Selain dilarang beroperasi di jalan raya, odong odong juga dilarang membawa rombongan warga untuk hajatan atau anak sekolah. Sebab selain odong odong tidak untuk angkutan umum, juga tidak layak beroperasi di jalan raya karena racikan sendiri.

“Kemarin sudah dirapatkan, dipertemukan dan menghasilkan kesepakatan Kereta kelinci tidak boleh beroperasi di jalan raya. Kemudian tidak boleh membawa sewa anak sekolah dan acara hajatan, kecuali ada moment tertentu seperti karnaval, ” ungkap Slamet selaku Ketua Organda Kabupaten Pekalongan seraya menjelaskan sebenarnya kereta kelinci diperuntukan di area wisata, namun dalam kenyataanya banyak yang menyalahgunakan di Jalan Raya.

Dalam pertemuan tersebut tidak hanya membahas tentang operasi odong odong tapi juga membentuk paguyuban angkutan umum. Sehingga apabila ada permasalahan dapat diselesaikan bersama sama.

“Dengan terbentuknya paguyuban maka akan lebih mudah menyelesaikan masalah yang ada di lapangan,”imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah odong odong atau kereta kelinci ditertibkan oleh anggota Satlantas Polres Pekalongan karena tidak sesuai spek untuk angkutan umum. Tindakan tersebut dilakukan juga untuk memberi efek jera bagi pemilik odong odong.

Sebelum melakukan penindakan, petugas gabungan Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Pekalongan sudah memberikan imbauan agar kereta kelinci tidak beroperasi di jalan. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan. Sat Lantas Polres Pekalongan pun memberikan tilang dan menahan kereta kelinci yang beroperasi. Hal tersebut dilakukan guna memberikan efek jera kepada sopir kereta kelinci yang nekat mengangkut puluhan penumpang dijalan.

Menurut Kanit Regiden Iptu Giarto, pihaknya jauh-jauh hari sudah memberikan penjelasan tentang berbagai hal yang menyangkut keberadaan kereta kelinci bukan masuk dalam jenis angkutan umum.

Adapun larangan kereta kelinci melintas di jalan umum sudah diatur dalam UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sehingga sesuai dengan peraturan itu, kereta kelinci tetap tidak boleh melintas di jalan raya maupun jalan yang ada di pedesaan. Apalagi ketika kereta kelinci tersebut dioperasikan untuk mengangkut penumpang di jalanan umum, keberadaannya membahayakan bagi arus lalu lintas.

“Kendaraan ini jauh dari kata aman, namun demikian masih banyak masyarakat yang mengabaikan keselamatannya. Dilihat dari aspek keamanan dan kenyamanan kendaraan tersebut sangat tidak layak, tempat duduk atau sarana pengangkut penumpang hanya dibuat asal-asalan dengan materi seadanya,” terangnya.

Ditambahkan hingga saat ini, pihaknya mengaku sudah berhasil menindak sebanyak 3 kereta kelinci. Selain dikenai tilang, kereta juga terpaksa dikandangkan di Mapolres Pekalongan. Hal itu dilakukan untuk memberi efek jera terhadap pemilik kereta kelinci. (Yon)