Jelang Idul Adha, Kunjungan Hotel Sapi Meningkat

by
Jelang Idul Adha, Kunjungan Hotel Sapi Meningkat
TERANGKAN – Pemilik Hotel Sapi, Tolani, menerangkan kepada awak media mengenai ramainya bisnis penyewaan kandang sapi miliknya menjelang Hari Raya Idhul Adha. M DHIA THUFAIL

BATANG – Menjelang Hari Raya Idul Adha, bisnis persewaan kandang sapi atau banyak dikenal dengan sebutan Hotel Sapi di wilayah Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, ramai dikunjungi para peternak dan pedagang sapi dari luar daerah.

Jelang Idul Adha, Kunjungan Hotel Sapi Meningkat
TERANGKAN – Pemilik Hotel Sapi, Tolani, menerangkan kepada awak media mengenai ramainya bisnis penyewaan kandang sapi miliknya menjelang Hari Raya Idhul Adha. M DHIA THUFAIL

“Kalau musim Idul Adha seperti ini, sedikitnya setiap hari pasti ada tiga truk (1 truk berisi 19 ekor sapi) yang mampir untuk mengistirahatkan sapi sapinya. Bahkan, kemarin juga sampai ada sembilan truk yang menurunkan sapinya,” ungkap Tolani, pemilik Hotel Sapi di Desa Tulis, Kamis (1/8).

Menurut Tolani, dibanding hari biasa, intensitas keluar masuk sapi di kandang yang disewakannya tersebut mengalami peningkatan hingga mencapai 70 persen. “Ya, ada peningkatan, dibanding hari biasa. Karena pada hari biasa, paling hanya ada satu truk yang menurunkan sapinya, bahkan biasanya dua hari sekali baru ada yang mampir,” katanya.

Dijelaskannya, kebanyakan sapi yang diturunkan di kandang miliknya berasal dari luar daerah, seperti Madura, Lumajang, Probolinggo, Tulungagung, Kediri, Banyuwangi, dan masih banyak lagi lainnya.

“Paling lama, mereka mengistirahatkan sapi miliknya satu hari. Paling sebentar, hanya hitungan jam saja. Kemudian, mereka akan melanjutkan perjalanannya menuju Jakarta. Mereka menurunkan sapinya hanya untuk sekadar istirahat, makan dan minum. Kalaupun ada sapi yang sakit, maka kita juga siap mengobatinya, dengan memberikan suplemen atau jamu racikan, seperti obat bodrex dan kopi hitam,” paparnya.

Adapun harga yang dipatok Tolani untuk harga sewa kandang miliknya sebesar Rp 200 ribu. Harga itu, kata Tolani, hanya untuk biaya sewa kandang dan bongkar sapi dalam satu truk. Sedang untuk biaya makan dan lainnya, pemilik sapi masih harus mengeluarkan biaya lagi.

“Untuk makanan berupa rumput, kita jual per satu ikat itu seharga 7.500. Harga Rp 200 ribu tersebut untuk satu hari, apabila mau tambah jam, maka biaya pun akan ikut tambah,” bebernya.

Ditambahkan Tolani, kebanyakan sapi yang diturunkan di kandang miliknya, menghindari terik panas matahari di siang hari. “Biasanya mereka datang pada jam 3 pagi dan kembali melanjutkan perjalanan lagi pada jam 3 sore hari. Hal itu dilakukan untuk menghindari sapi dari panas matahari,” jelasnya.

Sementara itu, dijelaskan Jazuli, salah seorang pemilik sapi dari Bangkalan, Madura, bahwa Hotel Sapi milik Tolani sudah menjadi langganannya setiap akan mau menjual hewan ternaknya di Jakarta. Selama perjalanan dari Madura, Jazuli hanya menurunkan sapinya di kandang milik Tolani.

“Saya membawa 63 ekor sapi dari Bangkalan untuk dijual di Jakarta. Dari Bangkalan sana, baru di Batang sini saya turunkan sapi sapi di kandang milik Pak Tolani. Kalau tidak diturunkan, saya khawatir bisa stres dan mati, karena mereka harus berdiri lama dan berhimpitan,” pungkasnya. (fel)