Awas Aksi Pencabulan Anak

by
Awas Aksi Pencabulan Anak
WASPADA - Masyarakat Kabupaten Pekalongan agar meningkatkan pengawasan guna menghindari aksi pencabulan TRIYONO

Maraknya aksi pencabulan sejumlah anak di Kabupaten Pekalongan harus menjadi pelajaran masyarakat agar senantiasa memberikan pengawasan labih ketat. Sebab dari data, mayoritas pelaku adalah orang yang sudah saling kenal.

Awas Aksi Pencabulan Anak
WASPADA – Masyarakat Kabupaten Pekalongan agar meningkatkan pengawasan guna menghindari aksi pencabulan TRIYONO

Hal itu ditegaskan Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom. Kata dia, masyarakat yang memiliki anak usia remaja agar lebih hati hati. Ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya pencabulan.

“Kami harapkan masyarakat yang memiliki anak usia remaja untuk meningkatkan pengawasan, ” pintanya.

Diungkapkan, dengan melakukan peningkatan pengawasan, perbuatan negatif akan dapat dihindarkan. Selain itu anak juga selalu diberikan pengarahan, pembinaan agar tidak masuk pergaulan bebas yang membawa dampat negatif bagi sang buah hati.

“Kuncinya adalah komunikasi dan ikut menyelesaikan problem yang dihadapi anak sehingga semua dapat mudah diselesaikan, “katanya.

Yang lebih penting lagi, lanjut Akrom, memberi pendidikan agama dan budi pekerti di lingkungan keluarga. Karena faktor keluarga dan lingkungan juga cukup berpengaruh.

Diberitakan sebelumnya, seorang pemuda Pranyoto (22) alias Kentet asal Kedungwuni mencoba menghabisi nyawa pacarnya, Ir (19) yang sedang hamil muda. Pelaku tega menjeburkan korban ke bendungan sedalam 5 meter dan dilempari dengan batu. Namun aksi tersebut dapat diselamatkan oleh warga yang sedang memancing.

Informasi dihimpun, korban dan pelaku adalah pasangan kekesaih. Mereka kenal 4 tahun dan sudah menjalani hubungan selama 2 tahun. Selama menjalin kasih keduanya sempat melakukan hubungan layaknya suami istri hingga akhirnya korban hamil.

Mengetahui hamil, korban pun meminta pertanggung jawaban kepada Kentet. Namun pelaku selalu menghindar. Tak ada jawaban pasti soal tanggungjawab pelaku terkait kondisi korban yang hamil.

Karena selalu dimintai tanggungjawab, pelaku pun malah nekat merencanakan menghabisi nyawa korban. Niat jahat terjadi pada Minggu (6/1) sekira pukul 18.30 Wib. Pelaku SMS ke korban minta dijemout. Korban yang hendak pulang mengendarai motor Honda Beat G-5378-BB langsung menjemput pelaku di depan Gang Dukuh Pejaten Desa Tosaran Kecamatan Kedungwuni. Pelaku beralasan minta diantarkan menemui temannya yang ada di lingkungan bendungan Kletak Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni.

Dalam perjalanan, pelaku meminjam handphone milik korban dengan alasan berkomunikasi temannya yang hendak ditemuinya di Bendungan Kletak. Keduanya juga sempat berhenti disebuah tobong boto. Saat itu, mereka juga sempat cek cok. Kemudian pelaku mengajak korban pindah tempat mencari lokasi yang sepi. Sampai akhirnya mereka sampai di Bendungan Kletak sekira pukul 19.00 Wib tepatnya di sekitar pintu air.

Korban kemudian turun dari sepeda motornya kemudian mengambil kunci motor miliknya tersebut dan dimasukkan ke kantong celananya. Sementara pelaku berjalan menuju ke atas pintu air sambil bermain HP milik korban. Beberapa saat kemudian, pelaku memanggil korban ke atas pintu air. Setelah keduanya berhadapan, secara tiba-tiba pelaku mendorong korban hingga korban terjatuh masuk ke sungai.

Korban pun terjatuh, namun ia tetap berusaha untuk menyalamatkan diri. Korban memegangi besi saringan sampah. Melihat pacarnya masih hidup, pelaku dari atas pintu air melempar batu ke arah korban sebanyak 3 kali lebih dan mengenai kepala korban.

Korban yang terancam jiwanya berteriak minta tolong. Teriakan korban didengar oleh 2 orang yang saat itu sedang mencari ikan. Warga langsung datang menghampiri dan langsung mengangkat korban ke atas pintu. Sementara pelaku yang melihat ada warga datang melarikan diri dari tempat kejadian. Oleh warga, korban dibawa ke Polsek Kedungwuni kemudian dibawa berobat ke RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. (Yon)