Diselesaikan Kekeluargaan, Kasus Kora Kora Maut Dihentikan

by
Diselesaikan Kekeluargaan, Kasus Kora Kora Maut Dihentikan
OLAH TKP - Satreskrim Polres Pekalongan saat melakukan olah TKP di wahana pasar malam di Lapangan Slorod Desa Jajarwayang, Kecamatan Bojong.

KAJEN – Kasus kora-kora maut selesai. Hal itu menyusul langkah Satreskrim Polres Pekalongan yang menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) untuk kasus yang menelan satu nyawa di arena pasar malam di Lapangan Slorod, Desa Jajarwayang, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Penghentian dilakukan karena pihak korban menghendaki perkara itu diselesaikan secara kekeluargaan dan telah mencabut berkas laporannya.

Diselesaikan Kekeluargaan, Kasus Kora Kora Maut Dihentikan
OLAH TKP – Satreskrim Polres Pekalongan saat melakukan olah TKP di wahana pasar malam di Lapangan Slorod Desa Jajarwayang, Kecamatan Bojong.

Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Hery Heriyanto, kemarin. Ia membenarkan jika polisi sudah menerbitkan SP3 untuk perkara tersebut.
“Dari pihak pemilik kora-kora Pak Faris dari Tegal sudah menyantuni para korban, baik korban meninggal dunia maupun luka-luka. Untuk korban meninggal disantuni Rp 30 juta, untuk korban luka ringan ada Rp 2 juta, Rp 3 juta dan Rp 4 juta,” terang dia.

Menurutnya, dari pihak empat korban ini sudah sepakat untuk jalur damai. Artinya, pihak korban tidak ada tuntutan lagi. Bahkan, lanjut dia, pihak si pelapor korban ini menghendaki penyelesaian perkara dilakukan secara kekeluargaan dan pencabutan laporan polisi.

“Status tersangka ya karena sudah ada penyelesaian perkara ya berhenti. Penyelesaian secara kekeluargaan kan ikutnya penyelesaian juga. Dicabut semua, makanya kita terbitkan SP3,” ujar dia.

Garis polisi di tempat kejadian perkara dicabut. Pihak pengelola wahana pasar malam pun membongkar semua wahana atau tidak beroperasional lagi di lokasi itu.
“Kekuatan hukumnya kami punya kewenangan untuk melanjutkan tapi dari pihak keluarga korban saja menghendaki upaya damai, bahkan menghendaki pencabutan perkara. Sudah ada pencabutan perkara ya sah,” tandas dia.

Sekadar untuk diketahui, aneka wahana pasar malam di Lapangan Slorod Desa Jajarwayang, Kecamatan Bojong berujung maut. Salah satu wahana kora-kora patah saat dimainkan, Selasa (22/7) malam pukul 21.30 WIB. Akibatnya, seorang pelajar tewas dan tiga pengunjung lain dilarikan ke rumah sakit karena terluka. Saat ini peristiwa tersebut masih dalam penyidikan Polres Pekalongan.

Korban tewas Taufik Malailano (15), warga Desa Bojong Lor RT 02, RW 01, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, langsung dimakamkan. Pemakaman Pelajar kelas X MTs Walisongo Bojong dihantar ratusan warga ke tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat, Rabu (23/7), sekitar pukul 09.00. Sementara tiga rekan korban terluka, yakni Ravel Giat Setiawan (15), pelajar, warga Desa Bojong Lor RT/RW 001, Evan Khafis (18), pelajar, warga Desa Bojong Lor RT/RW 001, dan Candra (14), pelajar, warga Desa Bojong Lor RT/RW 001.

Sementara itu, Satreskrim Polres Pekalongan menetapkan operator, Bani M (20) Desa Bumirejo, Ulujami Kabupaten Pemalang sebagai tersangka. Penetapan tersangka atas dasar hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan barang bukti.

Usai melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi anggota Satreskrim Polres Pekalongan juga mengamankan barang bukti berupa besi wahana Kora Kora yang putus. Barang bukti tersebut kini diamankan di Mapolres Pekalongan.

Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Heri Haryanto, Rabu (24/7). Ia menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan dan olah TKP sudah ada satu tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini.

“Setelah saksi di periksa, kita menetapkan satu tersangka yaitu BM (20) operator wahana kora-kora taman ria. Adapun tersangka merupakan warga Desa Bumirejo, Kabupaten Pemalang,” terangnya.

Dalam pemeriksaan, lanjut dia, ternyata petugas operator lalai dalam mengoperasikan wahana tersebut sehingga mengakibatkan korban jiwa. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya kini tersangka dikenakan pasal 359 KUHP, ancaman hukuman maksimal 5 tahun kurungan penjara.

“Saat ini operator masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” katanya. (ap5)