Pedagang Objek Wisata Pantai Pasir Kencana Mulai Tinggalkan Kios

by -
Pedagang OW Pantai Pasir Kencana Mulai Tinggalkan Kios
KEMBALI KE TENGAH - Sejumlah pedagang di Komplek OW Pantai Pasir Kencana terpantau meninggalkan kios dan kembali membuka lapak secara lesehan di bagian tengah komplek wisata. M. AINUL ATHO

*Kondisi Kios Tidak Nyaman
*OW Pantai Pasir Kencana

KOTA – Sebagian pedagang yang ada di komplek Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana, mulai meninggalkan kios yang sebelumnya sudah dibangun khusus untuk menempatkan para pedagang yang sebelumnya menggelar lapak secara lesehan di beberapa titik komplek wisata pantai tersebut. Mereka terpantau kembali menggelar lapak secara lesehan di beberapa titik. Dari pantauan, setidaknya ada tiga pedagang yang kembali membuka lapak secara lesehan di bagian tengah komplek wisata.

Pedagang OW Pantai Pasir Kencana Mulai Tinggalkan Kios
KEMBALI KE TENGAH – Sejumlah pedagang di Komplek OW Pantai Pasir Kencana terpantau meninggalkan kios dan kembali membuka lapak secara lesehan di bagian tengah komplek wisata. M. AINUL ATHO

Salah satu pedagang mengaku kembali lagi membuka lapak dengan sistem lesehan karena kondisi kios yang tidak nyaman. Jika sudah beranjak dari jam 12 siang, kios tidak bisa digunakan karena panas. Belum lagi saat laut pasang, ombak bisa melimpas sampai ke beberapa kios.

Selain kondisi kios yang tidak nyaman, lokasi kios yang berada di bagian pinggir komplek wisata membuatnya jarang terakses oleh pembeli. “Tempatnya enak sebenarnya, tapi kalau buat jualan susah. Saat di sana, sehari dapat Rp50 ribu itu sudah paling ramai karena orang gak mau kesini. Kalau sudah jam 12 ke atas, sudah gak bisa dipakai karena panas,” tuturnya.

Dia mengaku kembali menempati bagian tengah komplek wisata sejak Lebaran lalu untuk memanfaatkan momen kunjungan wisata yang meningkat. “Kalau di tengah lumayan, kalau di sana kosong. Pengennya tetap di tengah tapi nanti kalau sudah ada perbaikan, di sana diberi tanaman biar adem, saya mau kembali lagi,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sutarno, saat dikonfirmasi terkait kondisi tersebut mengatakan bahwa seharusnya pedagang tetap menempati kios yang sudah disediakan. Karena saat awal pemindahan, pedagang sudah menandatangani perjanjian bersama pihak dinas untuk menempati kios tersebut.

“Kami masih bisa toleransi sekali dua kali saat ada event besar mereka membuka lapak di bagian tengah secara lesehan. Tapi untuk sehari-hari seharusnya para pedagang tetap pada komitmennya yakni menempati tempat yang sudah disediakan,” ujarnya.

Pihak dinas, dikatakan Sutarno akan memberikan teguran kepada pedagang yang masih membandel. Dia mengaku sudah beberapa kali menegur secara lisan. “Kalau lisan sudah beberapa kali kami sampaikan. Tapi setelah ini akan kami berikan teguran secara tertulis. Kami akan lebih dulu coba secara persuasif,” kata Sutarno.

Namun jika cara persuasif tak efektif, maka pihaknya akan menurunkan alat penegak Perda. “Kalau ada yang nakal dan kita peringatkan sampai tiga kali tetap tidak mau maka saya akan turunkan alat penegak Perda. Dan kalau mereka tetap susah akan kita bakalkan perjanjian kerjasamanya,” tandas Sutarno.(nul)