DLH Kewalahan Atasi Sampah di Sungai

by
DLH Kewalahan Atasi Sampah di Sungai
PASANG PERINGATAN - DLH Kota Pekalongan bersama komunitas saat memasang peringatan larangan membuang sampah di sungai. DOK IST

KOTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, mengaku kewalahan mengatasi keberadaan sampah di sungai yang semakin menumpuk. Selain kondisi sarpras yang tidak sebanding dengan situasi di lapangan, tingkat kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai yang masih rendah, juga membuat sampah seperti tak ada habisnya.

DLH Kewalahan Atasi Sampah di Sungai
PASANG PERINGATAN – DLH Kota Pekalongan bersama komunitas saat memasang peringatan larangan membuang sampah di sungai. DOK IST

Kepala DLH Kota Pekalongan, Purwanti menyatakan, bahwa setiap hari jumlah sampah di Sungai Loji semakin menumpuk luar biasa. Dia mengakui jika kekurangan SDM maupun sarpras untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sebab saat ini DLH hanya memiliki lima petugas patroli dengan dua perahu, satu kendaraan roda tiga serta lima jaring.

“Tim dari DLH sudah ada tapi sejauh ini masih terbatas. Setiap hari tim sudah kami turunkan untuk mengambil sampah di sungai tapi selalu berulang besoknya tetap ada lagi. Kami juga sudah membuat teknik jaring agar sampah tidak kemana-mana tapi ternyata ada yang kami pasang di tempat tersembunyi itu lepas jaringnya. Sedangkan jaring di depan Polres dan Apotek Ibukota itu aman,” tutur dia.

Pihaknya juga beberapa kali melakukan patroli rutin baik oleh tim DLH maupun mengajak komunitas. Namun kondisinya sama, setelah dibersihkan sampah akan kembali menumpuk keesokan harinya. “Satu minggu penuh kami sudah turunkan tim tapi kondisinya tetap begitu. Tingkat ketidakpedulian masyarakat sangat tinggi,” ujarnya.

Untuk itu belum lama ini Walikota Pekalongan bersama staf ahli sudah melakukan kajian dalam rangka mengatasi sampah yang ada di sungai. Hasilnya, Pemkot akan membuat zonasi jaring di sungai yang dibagi per kelurahan. Selanjutnya, kelurahan juga akan diberikan petugas kebersihan lingkungan lengkap dengan perahu.

“Dengan adanya perahu diharapkan petugas dari kelurahan bisa melakukan pengawasan dan pembersihan secara rutin. Untuk pengadaan perahu sudah diusulkan untuk masuk dalam anggaran perubahan. Dengan metodi zonasi dengan jaring tersebut diharapkan bisa diketahui kelurahan mana yang kontribusi sampahnya ke sungai paling banyak,” kata Purwanti.

*Pemkot Siapkan 20 Perahu

Sebagai bagian dari upaya mengatasi permasalahan tersebut, Pemkot Pekalongan akan menyiapkan tambahan 10 sampai 20 perahu. Pengadaan perahu juga akan dilengkapi dengan pengadaan SDM yang bertugas setiap hari untuk operasi sampah di sungai dari hilir hingga hulu.

“Saat ini kami masih menata aturan Perwal sanksi bagi pembuang sampah sembarangan di sungai. Kemudian kami juga sudah menekankan pengalokasian anggaran untuk pengadaan perahu. Minimal ada 10 sampai 20 perahu dan juga SDM nya. Sehingga setiap saat bisa menyisi sungai dari hilir sampai hulu sekaligus sebagai penjaga sungai,” tutur Walikota Pekalongan, M Saelany Machfudz.

Karena setelah Perwal terbit akan ada sanksi yang diberlakukan sehingga harus ada perangkat hukum yang mengawasi. “Sehingga harapannya ke depan sungai di Kota Pekalongan betul-betul bersih,” tandasnya.(nul)