Ayo Gelorakan Hidup Sehat

by
Ayo Gelorakan Hidup Sehat
ANTUSIAS - Masyarakat antusias melakukan cek kesehatan di pos layanan yang digelar Dinkes di depan kantor Dinkes Kabupaten Pekalongan, kemarin. Foto: Hadi Waluyo.

**Bisa Tekan PTM dan Cegah Stunting

KAJEN – Pergeseran pola gaya hidup memicu meningkatnya penyakit tidak menular (PTM), termasuk di Kabupaten Pekalongan. Persoalan stunting pun masih menjadi pekerjaan berat yang harus diatasi. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menggelorakan semangat untuk bersama-sama bergerak untuk berpola hidup sehat.

Ayo Gelorakan Hidup Sehat
ANTUSIAS – Masyarakat antusias melakukan cek kesehatan di pos layanan yang digelar Dinkes di depan kantor Dinkes Kabupaten Pekalongan, kemarin. Foto: Hadi Waluyo.

Kegiatan untuk menggelorakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan di halaman kantor Dinkes setempat, Minggu (21/7) pagi. Dalam kegiatan ini di antaranya dilaksanakan senam bersama, cek kesehatan, dan gerakan makan buah bersama, serta edukasi kesehatan untuk kalangan remaja dan pemuda di Kota Santri.

Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, disela-sela kegiatan, mengatakan, kegiatan itu untuk menggelorakan semangat agar bersama-sama bergerak untuk berpola hidup sehat. “Kita menggandeng Pashmina dan Gen Pesat. Ini gerakan nyata yang diawali pada kegiatan pagi hari ini, dan nanti akan bersama-sama dengan Puskesmas untuk bergerak di masing-masing wilayah, sehingga gelora gerakan masyarakat berpola hidup sehat ini bisa menggelora di masyarakat,” tandas dia.

Gerakan itu, lanjut dia, tujuan utamanya untuk menurunkan angka kesakitan, kematian, dan juga angka gizi di masyarakat, sehingga stunting ke depan bisa diturunkan di Kabupaten Pekalongan. “Kegiatannya ada senam, cek kesehatan, cek HB, gula darah, kolesterol, dan makan buah bersama. Gerakan makan buah dan sayur ini kita gelorakan bersama,” katanya.

Dikatakan, kegiatan tersebut diikuti 500 orang dari beberapa anak-anak sekolah SMP hingga SMA, enam Puskesmas, Pashmina, dan Gen Pesat. Mereka berkumpul untuk melakukan kegiatan gerakan hidup sehat, gerakan pemuda sehat, dan Pashmina. Sasaran kegiatan itu, lanjut dia, adalah para remaja.

“Orientasi ke depan adalah bagaimana mencoba menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan diawali dari remaja dulu, sehingga dia (remaja) sudah mempersiapkan dirinya. Pada hari ini kita periksa HB-nya untuk mengetahui kondisi darah dalam tubuh apakah anemi atau tidak mereka, dan kita lakukan edukasi melalui penyuluhan kepada pemuda agar mereka siap ke depan untuk menjadi generasi yang sehat. Remaja yang sehat otomatis akan melahirkan bayi-bayi yang sehat setelah mereka berkeluarga, sehingga stunting bisa kita cegah,” tandas dia.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Ida Sulistiyani, menambahkan, Gen Pesat merupakan penggerakan pemuda yang dapat berkontribusi dalam upaya penurunan jumlah bayi BBLR, balita gizi kurang, balita gizi buruk dan stunting dengan intervensi 1.000 hari pertama kehidupan. Dalam hal ini, kata dia, masyarakat melalui para pemudanya dapat terlibat langsung dalam upaya-upaya terkait permasalahan kesehatan.

“Pola penyakit atau yang sering disebut transisi epidemiologi sedang mengalami perubahan, ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, kanker dan lain-lain. Sementara itu, kesakitan dan kematian akibat penyakit menular semakin menurun, walaupun prevalensi penyakit masih cukup tinggi. Kecenderungan kesakitan dan kematian akibat PTM ini menyebabkan tingginya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan, terutama pelayanan rujukan di rumah sakit,” katanya.

Dikatakan, meningkatnya kasus PTM akan menambah beban pemerintah dan masyarakat karena penanganannya membutuhkan biaya yang besar dan memerlukan teknologi tinggi. Biaya untuk pengobatan PTM yang sangat besar dapat menyebabkan kemiskinan (pengeluaran katastropik). Selain itu, kecacatan dan kematian yang disebabkan oleh kasus PTM juga menyebabkan hilangnya potensi/modal sumber daya manusia dan menurunnya produktivitas (productivity loss) yang pada akhirnya akan mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi.

“Tanpa upaya yang signifikan, kecenderungan kesakitan dan kematian serta permintaan pelayanan kesehatan akan terus meningkat, didorong oleh perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung tidak aktif secara fisik, konsumsi buah dan sayur yang rendah serta konsumsi rokok dan alkohol. Risiko PTM juga menjadi semakin tinggi karena transisi demografi, yaitu semakin meningkatnya proporsi dan jumlah penduduk dewasa dan lanjut usia yang rentan terhadap PTM dan penyakit degeneratif,” katanya.

Promotif dan preventif merupakan upaya yang sangat efektif untuk mencegah meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit, baik menular maupun tidak menular. Mengingat pencegahan penyakit akan sangat tergantung pada perilaku individu yang didukung oleh kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat, Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat mempunyai 6 kegiatan, yaitu aktifitas fisik, mengkonsumsi buah dan sayur, cek kesehatan secara teratur, diberikan asi eksklusif untuk bayi umur 0-6 bulan, enyahkan asap rokok dan fokus stop buang air besar sembarangan.

“Gerakan yang sistematis dan terus menerus diperlukan untuk mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat, diperlukan keterlibatan aktif seluruh komponen baik pemerintah pusat dan daerah, sektor nonpemerintah dan masyarakat agar tercipta masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sehat dan menuju Indonesia sehat,” imbuhnya. (ap5)