71 WNA Langgar Administrasi

by
71 WNA Langgar Administrasi
RAKOR - Kemenkumham Kantor Imigrasi Jawa Tengah, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, saat melaksanakan Rakor Tim Pengawasan Orang Asing. NUR KHOLID MS

**Tercatat Sampai Juli, Temuan Kantor Keimigrasian

KENDAL – Kehadiran warga negara asing (WNA) di sebuah daerah tidak selamanya menguntungkan, apalagi jika sering melanggar ketentuan. Data Kantor Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng juga mencatat bahwa sampai Juli tahun ini, setidaknya ada 71 WNA yang melakukan pelanggaran administrasi. Karena itu, pengawasan perlu dilakukan secara intens, termasuk dengan melibatkan masyarakat.

71 WNA Langgar Administrasi
RAKOR – Kemenkumham Kantor Imigrasi Jawa Tengah, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, saat melaksanakan Rakor Tim Pengawasan Orang Asing. NUR KHOLID MS

Soal pentingnya pengawasan itu juga ditekankan Kasie Intel dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Semarang, Ma’mum, saat kegiatan Rakor Tim Pengawasan Orang Asing, yang digelar Kementerian hukum dan HAM Republik Indonesia Kantor Imigrasi Jawa Tengah, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, di Hotel Sae inn Rabu (17/7).

“Beberapa waktu lalu kami menerima informasi dari media sosial adanya banyak pekerja asing yang melakukan pekerjaan di Kecamatan Patebon yang belum terdaftar secara resmi. Setelah dicek tidak ditemukan dan tak ada pabriknya. Karena sedang dalam perizinan pabrik baja,” katanya.

Dijelaskan Ma’mun, sejauh ini pihaknya belum menemukan pelanggaran terkait keberadaan WNA di Kabupaten Kendal. Kasusnya berbeda dengan Semarang, di mana Imigrasi berulang kali menangani WNA yang melanggar.

“Rapat ini penting dilakukan, karena untuk meningkatkan koordinasi dan saling tukar informasi tentang keberadaan orang asing di wilayahnya, sehingga keberadaannya itu terdeteksi,” ungkapnya.

Menurut Ma’mum, Kendal menjadi salah satu kabupaten atau kota di Jateng yang menjadi tujuan warga asing untuk menetap maupun bekerja. Hal itu karena Kendal menjadi kabupaten penyangga perekonomian Ibukota Jawa Tengah. Sesuai data Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Semarang, tahun ini setidaknya ada 120 WNA yang terdaftar menetap di Kabupaten Kendal.

“Mereka terdiri dari WNA yang menggunakan Izin Tinggal Sementara (ITAS) sebanyak 86, izin tinggal tetap (Itap) sebanyak 26, dan Izin Tinggal Kunjungan (ITK) ada 8. Kami sering melakukan pengecekan di sini guna mengetahui keberaadan WNA berikutlegalitas perizininannya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubid Penindakan Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, Sutejo menambahkan, selama tahun 2019 pihaknya telah melakukan puluhan kali penindakan terhadap WNA yang melakukan pelanggaran bersifat tindakan adminitrasi kewargaanegaraan (TAK).

“Tindakan itu berupa penindakan admistrasi hingga dideportasi. Setidaknya sudah ada 71 penindakan WNA yang melakukan pelanggaran bersifat tindakan adminitrasi,” imbuhnya. (lid)