Guru RA Berharap Perhatian dari Pemerintah

by
Guru RA
LANTIK - Pengurus PD IGRA Batang usai dilantik oleh PW IGRA Jateng di Hotel Dewi Ratih, Kamis (11/7). NOVIA

BATANG – Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Jawa Tengah melantik Pimpinan Daerah (PD) IGRA Kabupaten Batang periode 2019-2024, Kamis (11/7) di Hotel Dewi Ratih.

Guru RA
LANTIK – Pengurus PD IGRA Batang usai dilantik oleh PW IGRA Jateng di Hotel Dewi Ratih, Kamis (11/7). NOVIA

Usai dilantik, Ketua IGRA PD Batang, Nur Syafaati SPdI berharap pemerintah dapat memfasilitasi guru RA. Khususnya yang saat ini berstatus wiyata bhakti (WB).

“Di Batang sendiri total ada 517 guru. Dan hanya 16 orang yang berstatus PNS. Oleh karenanya kami berharap ada kesetaraan untuk guru RA agar bisa seperti guru TK lainnya. Khususnya difasilitasi untuk guru yang masih berstatus WB. Karena 95 persennya masih berstatus WB,” harapnya.

Diterangkan, selama ini pihaknya hanya mendapatkan insentif Rp250 per bulan. Insentif tersebut dibayarkan enam bulan sekali dan hanya untuk guru dengan status lulusan S1.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Ketua PCNU Batang, H Achmad Taufik SP MSi, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Batang, Drs H Subkhi MH, PW IGRA Jateng, dan Kepala RA seluruh Batang.

Usai pelantikan, para pengurus pun langsung menggelar rapat kerja guna menyusun program kerja ke depan.

Sementara itu PW IGRA Jateng, Aminuddin SHI MSi berharap, guru-guru RA bisa tercover oleh pemerintah daerah. Terlebih mereka juga sama-sama telah mencetak generasi emas daerah. Pihaknya juga beberapa waktu lalu telah berdiskusi dengan wakil gubernur Jateng, Taj Yasin terkait kesejahteraan guru RA.

“Dari diskusi tersebut kami tengah mencari payung hukum agar nantinya ada alokasi dana APBD yang bisa untuk insentif guru RA. Karena mereka juga berperan aktif dalam melahirkan generasi emas daerah, tak terkecuali yang ada di Batang,” harapnya. (nov)