Ingat, Komite Sekolah Bukan Hanya Pelengkap Saja

by
Ingat, Komite Sekolah Bukan Hanya Pelengkap Saja
SAMPAIKAN - Salah satu peserta kegiatan saat menyampaikan pendapatnya dalam Workshop Penataran dan Pembinaan Komite Sekolah yang digelar Disdikbud Batang di Aula SKB Batang, Senin (1/7). NOVIA ROCHMAWATI

*Disdikbud Dorong Peran Maksimal Komite Sekolah

BATANG – Komite Sekolah diharapkan dapat berperan berperan strategis mulai dari Perencanaan Sekolah, Penyusunan Anggaran Sekolah, dan Pengawasan terhadap jalannya penyelenggaraan pendidikan di Sekolah. Tak hanya itu, Komite Sekolah seharusnya juga memantau siswa, antara orangtua dan sekolah, bahkan ikut mengupayakan sumber daya pendidikan apabila sekolah kekurangan guru yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil dan belum dipenuhi oleh Pemerimtah Daerah.

Ingat, Komite Sekolah Bukan Hanya Pelengkap Saja
SAMPAIKAN – Salah satu peserta kegiatan saat menyampaikan pendapatnya dalam Workshop Penataran dan Pembinaan Komite Sekolah yang digelar Disdikbud Batang di Aula SKB Batang, Senin (1/7). NOVIA ROCHMAWATI

Hal inilah yang disampaikan Taufik, saat membuka Workshop Penataran dan Pembinaan Komite Sekolah yang digelar Disdikbud Batang di Aula SKB Batang, Senin (1/7). Dalam kesempatan ini hadir 130 komite sekolah, kepala sekolah, korwil dari SD SMP yang ada di Kecamatan Reban, Blado, Limpung dan Bandar.

“Komite sekolah bukan hanya sekedar pelengkap saja di Sekolah, hanya dibutuhkan pada saat-saat tertentu. Tugas komite sekolah adalah tugas yang mulia dan dihitung sebagai bagian dari ibadah, Insya Allah. Karena apa tugas komite sekolah itu tidak ada honornya, tidak ada gajinya dan dilaksanakan dalam rangka membantu sekolah secara bergotong-royong, tulus dan ikhlas. Sehingga, marilah kita luruskan niat kita dengan didasari niat ibadah,” tuturnya.

Taufik menjelaskan, komite juga memiliki peranan dalam penggalangan dana untuk pembangunan di sekolah. Penggalangan dana ini tentunya harus berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, mengingat penyelenggaraan pendidikan dasar itu bebas pungutan, artinya tidak boleh ada pungutan apapun di sekolah. Pendanaan ini dapat dilakukan dalam bentuk sumbangan, yaitu pemberian berupa uang/barang/jasa oleh peserta didik, orangtua/ walinya baik perseorangan maupun bersama-sama, masyarakat atau lembaga secara sukarela, dan tidak mengikat satuan pendidikan.

“Artinya, orangtua masih diperbolehkan untuk memberikan bantuan baik berupa uang, barang atau tenaga apabila sekolah membutuhkan sumbangan tersebut. Namun besarannya tidak boleh ditentukan sekolah, tidak boleh ditentukan batasan waktu pembayarannya dan tidak boleh dikait-kaitkan dengan penilaian hasil belajar siswa atau menahan ijazah siswa gara-gara belum menyumbang sekolah.”

Kasubbag Program Disdikbud Batang, Akhmad Fandi S menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh 537 peserta yang dibagi selama empat hari. Terdiri dari 453 Komite SD, 51 Komite SMP, 15 Korwil, dan 15 K3S, dan juga MKKS SMP. Workshop yang digelar rutin ini diharapkan mampu memberikan wawasan kepada komite untuk memaksimalkan peranan mereka dalam membangun kualitas pendidikan sekolah mereka.

“Melalui kegiatan ini kami sosialisasikan apa tugas-tugas mereka. Harapannya juga komite bisa melakukan pengawalan dan pengawasan secara internal di sekolah dan mampu menjembatani dalam menyelesaikan masalah antara sekolah dan masyarakat. Harapannya komite juga dapat menjadi mitra dinas dalam mensosialisasikan kebijakan yang ada di dinas ke masyarakat,” imbuhnya.

Fandi menambahkan, Guna mendukung semangat kerja komite sekolah, pemerintah juga telah memberikan alokasi dana Bosda sebanyak lima persen untuk operasional komite. Anggaran ini bisa digunakan sebagai biaya transport, ataupun menggelar rapat komite, pembelian ATK dan lainnya.
“Harapan kami anggaran ini dapat meningkatkan kapasitas dan memaksimalkan peran komite sekolah. Khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Batang,” pungkasnya. (nov)