Mundur dari Porkot, Sepakbola Digantikan Selam

by
JUARA - Tim Sepakbola SMP Popda Batang berhasil menang ats tuan rumah Brebes dan berhak maju ke Popda Provinsi. NOVIA ROCHMAWATI

KOTA – Cabang olahraga sepakbola mundur sebagai salah satu cabor yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Kota (Porkot) Pekalongan. Mundurnya cabor sepakbola karena berbarengan dengan jadwal Porkot juga akan dilangsungkan Kompetisi Divisi 2 Askot PSSI. Sehingga dikhawatirkan jadwal dua event tersebut akan berbenturan.

Posisi cabor sepakbola kemudian digantikan oleh cabor selam. Sehingga jumlah cabor yang dipertandingkan tidak berkurang yakni tetap 15 cabor. Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Porkot Pekalongan, Edy Dritolekso. Dia mengatakan, keputusan tersebut sudah disampaikan dalam rapat terakhir bersama panitia, pengurus KONI serta pengurus cabor belum lama ini

“Secara resmi Porkot akan mempertandingkan 15 cabang olahraga. Sepakbola mundur dari penyelenggaraan karena ada event sendiri yang jadwalnya dikhawatirkan bertabrakan. Namun ada satu cabor baru masuk dan akan turut dipertandingkan dalam Porkot yakni selam. Sehingga jumlah yang dipertandingkan tetap 15 cabor,” tuturnya.

Mengenai teknis penyelenggaraan, Edy menjelaskan bahwa Porkot akan resmi dibuka pada 23 Juli dan penutupan dilaksanakan 28 Juli. Tapi karena venue yang tersedia akan digunakan oleh beberapa cabor, maka ada sejumlah pertandingan yang akan dilaksanakan sebelum pembukaan. “Karena dikhawatirkan jadwal pertandingan akan bertabrakan. Jadi beberapa pertandingan digelar lebih awal,” katanya.

Jadwal pertandingan yang akan terlebih dulu digelar yakni cabor futsal yang dimulai pada 17 Juli hingga 20 Juli di GOR Jetayu. Selanjutnya, venue yang sama juga akan digunakan untuk penyelenggaraan pertandingan cabor sepak takraw. Selain dua cabor tersebut, GOR Jetayu juga akan digunakan untuk pertandingan cabor taekwondo, voly dan karate.

Mengenai adanya cabor yang masa kepengurusannya habis, dia menyatakan bahwa cabor tersebut masih memiliki kesempatan untuk tetap turut serta dalam Porkot. Syaratnya cabor harus segera menggelar Musorkot sebelum Porkot digelar. “Masih bisa asalkan nanti bisa Musorkot dan memilih pengurus yang baru sebelum Porkot diselenggarakan,” tambahnya.

Mengenai jumlah atlet yang akan berpartisipasi, Edy mengatakan bahwa baru akan dilaksanakan pertemuan seluruh cabor peserta Porkot pada 7 Juli mendatang untuk menyerahkan daftar dan keabsahan atlet. “Yang penting syarat utamanya semua atlet harus ber KTP Kota Pekalongan. Bagi atlet domisili luar kota karena bekerja atau pendidikan, yang terpenting KTP elektroniknya adalah Kota Pekalongan,” tandasnya.(nul)