Warga Blokade Aktivitas Pengerukan Tanah

by
Warga Blokade Aktivitas Pengerukan Tanah
BLOKADE – Sejumlah warga Desa Surjo Kecamatan Bawang Batang, memblokade aktivitas alat berat yang melakukan pengerukan tanah milik sebagian warga didesa setempat. DOK ISTIMEWA

*Diduga Tak Kantongi Izin dari Pemilik Lahan

BATANG – Diduga tak mengantongi izin dari pemilik lahan dan merugikan masyarakat desa setempat, aktivitas pengerukan tanah yang dilakukan oleh PT Sari Prima diblokade warga Desa Surjo, Kecamatan Bawang, Rabu (19/6).

Warga Blokade Aktivitas Pengerukan Tanah
BLOKADE – Sejumlah warga Desa Surjo Kecamatan Bawang Batang, memblokade aktivitas alat berat yang melakukan pengerukan tanah milik sebagian warga didesa setempat. DOK ISTIMEWA

Sejumlah warga desa setempat ramai-ramai memblokade aktivitas pengerukan tanah yang menggunakan alat berat jenis bego. Mereka memasang portal dan spanduk penolakan di lokasi pengerukan, tepatnya di Dukuh Lempuyangan, Desa Surjo.

Warga menolak keras, lantaran sebagian tanah yang dikeruk lahannya merupakan tanah milik warga setempat. Bahkan, tanah hasil pengerukan dibuang ke lahan warga tanpa seizin pemiliknya. Diketahui, aktivitas pengerukan lahan itu digunakan untuk pembuatan akses jalan pengembangan kandang peternakan ayam milik PT Sari Prima.

Selain memblokade lokasi lahan dan menghentikan aktivitas bego, warga juga mendatangi kantor PT Sari Prima. Sayangnya, pemilik peternakan tidak ada di tempat.

Warga pun ramai-ramai mencari mandor, tetapi juga tak ditemukan dan hanya ditemui oleh pekerja peternakan. Emosi warga memuncak, dan sempat terjadi adu mulut, setelah akhirnya salah satu pekerja menghubungi langsung pemilik peternakan ayam via ponsel.

“Selama ini kita sudah protes, tetapi aktivitas pengerukan lahan tetap saja berlangsung, dan seakan tak diindahkan dan tak direspon. Apalagi di atas tanah ada tanaman jagung dan teh, ditumpahi tanah begitu saja. Padahal, di antara yang dikeruk merupakan tanah bukan milik peternakan,” ungkap Subakir (70), pemilik lahan yang ikut aksi blokade.

Menurut Subakir, mestinya ada musyawarah terlebih dahulu, tetapi justru dibabat begitu saja. Oleh karena itu, pihaknya merasa keberatan, dan melarang adanya aktivitas alat berat.

Subakir menambahkan, melalui kuasa hukumnya, Joko Pitoyo SH MH, sebelumnya sudah melayangkan surat laporan pengaduan terkait persoalan tersebut ke Polsek Bawang, dengan tembusan Kapolres Batang.

Meski sempat berhenti saat diadukan, belakangan aktivitas pengerukan kembali berlangsung.
Menurut Joko Pitoyo, pengaduan yang dilayangkan karena tanah milik kliennya merasa ‘diserobot’. “Warga juga merasa dirugikan, lantaran di jalan desa terdapat sisa tanah yang tercecer akibat aktivitas pengerukan tanah dimaksud,” ujar Joko.

Sementara itu, Ridwan, perwakilan PT Sari Prima mengaku sudah melaporkan terkait persoalan warga kepada pemilik peternakan. Aktivitas pengerukan itu disebutnya sudah sesuai prosedur.

“Berdasarkan hasil komunikasi dengan pemilik peternakan, pelaksanaan pengerukan sudah sesuai prosedur, dan semua bukti sudah di Polsek Bawang,” tutur Ridwan.

Terkait aksi warga tersebut, tidak lama kemudian, sejumlah perangkat Desa Surjo dan petugas Polsek Bawang tiba di lokasi. Mereka pun berusaha meredam aksi warga.

Sekretaris Desa Surjo, Teguh Kurniawan mengatakan, pihak desa siap memediasi. Menurutnya, selama ini belum pernah ada pertemuan maupun mediasi dengan mengundang kedua belah pihak terkait. “Mudah-mudahan setelah adanya mediasi ada solusi,” terang Teguh.

Usai berdialog dengan pihak desa dan anggota Polsek Bawang, akhirnya warga membubarkan diri dengan tertib. (fel)