Tim Labfor Polda Usut Meledaknya Boiler PT Pismatex

by
Tim Labfor Polda Usut Meledaknya Boiler PT Pismatex
OLAH TKP – Tim Labfor Polda Jateng melakukan olah TKP kecelakaan kerja di PT Pismatex, Rabu (19/6). Istimewa

KEDUNGWUNI – Guna mengetahui penyebab meledaknya Boiler di PT Pismatex Jalan Sapugarut, Buaran Kabupaten Pekalongan, Tim Labfor Polda Jateng, Rabu (19/6) melakukan olah TKP. Empat anggota Polda Jateng melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Tim Labfor Polda Usut Meledaknya Boiler PT Pismatex
OLAH TKP – Tim Labfor Polda Jateng melakukan olah TKP kecelakaan kerja di PT Pismatex, Rabu (19/6). Istimewa

Empat Tim Labfor Polda Jateng melakukan olah TKP didampingi langsung oleh Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Hari Hariyanto. Dari pemeriksaan diduga ada pipa yang lepas sehingga menimbulkan ledakan pada Boiler milik PT Pismatex.

Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Hari Hariyanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya Tim Labfor Polda Jateng yang turun ke lokasi ledakan PT Pismatex. Namun penyebabnya kini masih terus didalami oleh anggota.

“Untuk hasil belum karena baru saja olah TKP,” ungkapnya dengan singkat.

Saat ditanya berapa anggota Labfor Polda Jateng yang turun untuk melakukan Olah TKP, Kasatreskrim mengakui ada empat anggota. Selain memintai sejumlah keterangan saksi Tim juga mengambil sejumlah foto dilokasi kejadian.

“Barang bukti yang diamankan tidak ada, karena pipa yang lepas,” imbuhnya.

Seperti diketahui, kecelakaan kerja terjadi di lingkungan pabrik sarung PT Pismatex, di Jalan Sapugarut, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (15/6) siang. Ledakan terjadi pada salah satu bagian pipa ketel uap (boiler) di salah satu unit kerja di pabrik sarung tersebut. Insiden ini mengakibatkan tiga orang karyawan meninggal dunia.

Ketiga korban yakni M Khusnul Muharom (22), warga Pringlangu Gg 8, Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan; M Musthofa Yusuf (35), warga RT 06 RW 07 Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan; dan M Agus Haryadi (40), warga Pekajangan Gg 7, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Korban atas nama M Khusnul Muharom meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka bakar hampir 100 persen. Sedangkan kedua korban lainnya, M Musthofa Yusuf dan M Agus Haryadi, yang menderita luka bakar sekitar 90 persen sempat kritis dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun akhirnya nyawa keduanya tidak berhasil diselamatkan.

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (15/6) sekira pukul 13.20 WIB. Berdasarkan informasi dari saksi yang dimintai keterangan pihak kepolisian menyebutkan bahwa kecelakaan kerja tersebut terjadi pada unit pemanas air di bagian pewarnaan.

Awalnya, korban bersama rekannya diduga membuka keran unit boiler utama. Keran ‘steam header’ ketel uap itu dibuka untuk menyalurkan uap melalui pipa. Setelah dua kali putaran baru dibuka, pipa tertekan dari atas ke bawah dan mengakibatkan ada bagian pipa valve yang patah dan langsung terjadi ledakan pada pipa. Ledakan menyebabkan ketiga korban mengalami luka bakar serius, dan satu diantaranya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Mengetahui hal itu, pihak perusahaan bersama sejumlah rekan kerja korban melarikan para korban ke RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Korban atas nama M Khusnul Muharom dibawa ke ruang pemulasaraan jenazah di rumah sakit tersebut. Sedangkan dua korban lainnya langsung mendapat perawatan intensif di ruang IGD.

Pihak kepolisian dari Polsek Buaran dan Tim Inafis Satreskrim Polres Pekalongan Kota yang mendapat laporan tentang insiden tersebut segera menuju ke RSI Pekajangan untuk memeriksa korban dan meminta keterangan sejumlah saksi. Petugas juga melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Pantauan Radar Pekalongan di RSI Pekajangan hingga Sabtu (15/6) sore, terlihat perwakilan dari PT Pismatex dan sejumlah rekan seprofesi korban turut mendampingi para korban, baik itu korban yang sudah meninggal dunia maupun yang masih dirawat secara intensif di IGD. Keluarga korban juga tampak sudah berada di rumah sakit.

Perwakilan perusahaan yang ketika itu sedang berada di rumah sakit untuk mendampingi korban, saat akan dikonfirmasi enggan memberikan keterangan. “Saya tidak berani, saya hanya staf biasa,” ujar salah seorang karyawan.

Kapolsek Buaran AKP Ketut Sedana, juga enggan memberikan statement terkait kejadian itu. Alasannya, karena TKP ternyata sudah masuk wilayah Desa Tangkil Tengah, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, yang artinya sudah bukan wilayah hukum Polsek Buaran Polres Pekalongan Kota, melainkan masuk wilayah hukum Polres Pekalongan.

“TKP sudah bukan wilayah Kecamatan Buaran, melainkan wilayah Kecamatan Kedungwuni, jadi kalau saya memberikan keterangan, takutnya ada kesalahan karena kewenangannya ada di Polsek Kedungwuni,” ungkap AKP Ketut Sedana, ketika sedang mendampingi anggotanya maupun Tim Inafis Polres Pekalongan Kota saat memeriksa kondisi korban di RSI Pekajangan, Sabtu (15/6) sore.

Demikian pula disampaikan Kasubbag Humas Polres Pekalongan Kota Iptu Suparji. “TKP sudah masuk wilayah hukum Polres Pekalongan, Mas,” jawabnya melalui pesan Whatsapp saat dikonfirmasi Radar Pekalongan, Minggu (16/6) siang.

Perkembangan hingga Minggu (16/6) siang, dua korban yang sebelumnya kritis dan sempat menjalani perawatan intensif di IGD rumah sakit akhirnya meninggal dunia. Korban atas nama M Agus Haryadi (40), warga Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan diinformasikan meninggal dunia di RSI Pekajangan pada Sabtu (15/6) malam sekira pukul 06.40 WIB. Sedangkan satu korban lainnya, M Musthofa Yusuf (35), warga Poncol Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSU Telogorejo, Semarang, pada Minggu (16/6) sekira pukul 03.00 WIB.

Jenazah ketiga korban sudah diambil pihak keluarga dari rumah sakit dan dimakamkan di tempat pemakaman setempat pada Minggu (16/6).(Yon)