Radar Batang

Tujuh Kecamatan Dapat Pasokan Gas 3 Kg

Pasokan Gas 3Kg

OPERASI PASAR – PT Pertamina Marketing Operation Region IV wilayah Jateng DIY bersama Hiswana Migas dan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Sabtu (9/12) menggelar operasi pasar (OP).
M Dhia Thufail

BATANG – Untuk mengatasi kelangkaan gas LPG 3 Kg akibat kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat, PT Pertamina Marketing Operation Region IV wilayah Jateng DIY bersama Hiswana Migas dan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Sabtu (9/12) menggelar operasi pasar (OP).

Operasi pasar digelar di tujuh Kecamatan Kabupaten Batang, yang meliputi Kecamatan Batang, Subah, Warungasem, Wonotunggal, Reban, Tersono, dan Blado. Untuk Kecamatan Batang, operasi pasar digelar di empat titik, yakni di Kelurahan Watesalit, Proyonanggan Tengah, Karangasem Utara, dan Kalipucang Kulon.

“Untuk Kabupaten Batang, kita lakukan penambahan sebanyak 5,400 tabung gas LPG 3 Kg. Ada 10 titik yang kita fokuskan untuk lakukan operasi pasar, tiap titik kita droping sebanyak 560 tabung. Namun untuk wilayah Kecamatan Subah hanya kita droping 360 tabung saja,” terang Andar Titi Lestari, Manager Communication and CSR MOR IV.

Andar menambahkan, bahwa pendistribusian LPG 3 kg merupakan penugasan yang diamanahkan Pemerintah ke Pertamina sesuai dengan kuota yang telah ditentukan. “Kami berkomitmen penuh dalam hal pendistribusian. Namun demikian, dukungan penuh dari masyarakat dan Pemda sebagai pengawasan di lapangan sangatlah diperlukan agar pendistribusian LPG 3 kg dapat tepat sasaran,” ujarnya.

Terlebih, lanjut Andar, pemakaian gas LPG 3 Kg ini sangat perlu disadari keperuntukannya untuk rakyat miskin dan para usaha mikro, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM no 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG.

Sementara, diungkapkan Bambang P, warga Dukuh Ponoragan Desa Tanjungsari Kecamatan Tersono, untuk mendapatkan Gas Elpiji ukuran 3 Kg akhir akhir ini di Kabupaten Batang sangatlah sulit. Baik di Distributor maupun di agen agen yang tersebar di desa desa se Kabupaten Batang.

Hal tersebut menurutnya ditengarai adanya rencana bahwa gas berlebel subsidi tersebut akan dibatasi dan diganti dengan gas LPG ukuran 5,5 Kg. Selain itu, Pertamina juga akan membatasi pemakaian LPG 3 Kg hanya untuk warga yang berhak menerima subsidi saja.

“Selama ini semua warga menggunakannya tanpa memandang latar belakang profesi, baik yang berhak mendapatkan subsidi ataupun tidak. Semua menggunakan tabung gas tersebut. Oleh karenanya, kini masyarakat kecil yang semestinya mendapatkan gas bersubsidi tersebut malah justru kesulitan untuk mendapatkannya. Kalaupun ada, maka sudah pasti harganya membubung tinggi sampai 23 ribu rupiah pertabung,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan operasi pasar tersebut, warga diperbolehkan membeli tabung gas dengan syarat membawa foto copy KTP dan hanya diizinkan per satu KTP mendapatkan satu tabung gas dengan harga Rp. 15.500. (fel)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments