DLH Kewalahan, Volume Sampah Naik Empat Kali Lipat

by
Problem Sampah Bisa Ganggu Program Wisata
DIANGKUT – Armada DLH Batang tengah memindahkan tumpukan sampah di bantaran Kali Belo, Tersono, untuk dipindahkan ke TPA, kemarin. Selanjutnya mereka akan tangani di Banyuputih. AKHMAD SAEFUDIN / RADAR PEKALONGAN

KOTA – Volume sampah di Kota Pekalongan selama Lebaran 2019 mengalami peningkatan signifikan. Terhitung mulai H-2, volume sampah naik hingga empat kali lipat atau mencapai sekitar 400 ton dalam sehari. Dalam kondisi normal, sampah residu yang masuk ke TPA Degayu mencapai 100 ton hingga 120 ton dalam satu hari.

“Khusus momen Lebaran, sebagian masyarakat akan mengeluarkan sampah dengan jumlah lebih banyak dari hari biasa. Kalau dibandingkan, maka sampah yang diproduksi masyarakat selama Lebaran bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat,” ungkap Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah pada DLH, Taufiqurrahman.

Dia mengatakan, dalam kondisi normal seluruh sampah di Kota Pekalongan dapat dibersihkan dalam satu kali pengangkutan. Sedangkan dalam momen Lebaran, meski sudah menambah jadwal pengangkutan yakni dua kali dalam sehari namun tetap belum dapat menyelesaikan pengangkutan sampah yang menumpuk.

Kondisi demikian, lanjutnya, diprediksi akan berlangsung hingga Syawalan. “Kondisi meningkatkan produksi sampah masyarakat sudah terjadi sejak H-2 Lebaran dan akan terus berlangsung hingga Syawalan nanti,” katanya.

Taufiq menyatakan, penumpukkan sampah tidak hanya terjadi pada TPS atau titik pembuangan sampah yang sudah ditentukan saja. Tapi juga di berbagai titik pinggir jalan raya, depan supermarket hingga di sungai. “Titik penumpukkan sampah diantaranya di Jalan Dr Wahidin, Jalan Urip Sumoharjo , depan supermarket-supermarket , dan jembatan selatan Pasar Banyurip. Penumpukan sampah ini terjadi di jalan-jalan, bukan di tempat sampah, termasuk di sungai-sungai,” bebernya.

Kepala DLH Kota Pekalongan, Purwanti menambahkan, peningkatan volume sampah selama momen Lebaran sebenarnya sudah diprediksi. Pihaknya juga sudah menyiapkan antisipasi dengan menugaskan personil untuk lembur baik penyapu jalan, pengangkut sampah maupun petugas patroli sungai.

“Namun ternyata jumlah personil tidak sebanding dengan banyaknya timbunan sampah yang diproduksi masyarakat sehingga sampai saat ini masih ada timbunan sampah yang belum tuntas. Dengan sudah mulai aktifnya hari kerja, kami menargetkan timbunan sampah yang ada dapat diselesaikan dalam waktu seminggu ke depan,” tandasnya.(nul)