Meresahkan, 41 Anak Punk Dirazia

by
Meresahkan, 41 Anak Punk Dirazia
CUKUR GUNDUL: Puluhan anak punk yang terjaring razia pekat Satpol PP dan Damkar dicukur gundul. Foto: Hadi Waluyo.

KAJEN – Fenomena maraknya anak punk kian meresahkan masyarakat. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pekalongan turun tangan dengan merazia anak-anak punk ini, Jumat (3/5) petang. Hasilnya, sebanyak 41 anak punk terjaring razia di titik-titik mangkal mereka.

Meresahkan, 41 Anak Punk Dirazia
CUKUR GUNDUL: Puluhan anak punk yang terjaring razia pekat Satpol PP dan Damkar dicukur gundul. Foto: Hadi Waluyo.

Personel Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan menelusuri titik-titik yang kerap dijadikan tempat mangkal anak punk seperti di Simpang Empat Gumawang, Wiradesa, Pencongan, Wiradesa, Lapangan Gemek, Kedungwuni, dan Simpang Tiga Podo, Kedungwuni. Puluhan anak punk pun berhasil diamankan. Mirisnya, sebagian besar di antara mereka tengah pesta minuman keras saat terjaring razia petugas.

Puluhan anak punk ini lantas dibawa ke Aula Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan untuk didata dan diberi pembinaan oleh petugas. Dengan mendatangkan tukang potong rambut, mereka juga dicukur gundul agar tampak rapi. Pasalnya, tampilan anak punk ini sangat kucel dan kumuh. Bahkan, di antara mereka mengaku sudah tidak mandi dan ganti pakaian selama empat hari.

Mirisnya lagi, sebagian besar anak punk ini masih anak-anak. Rata-rata mereka berumur di bawah 17 tahun. Bahkan, beberapa di antaranya masih berstatus pelajar SD, SMP, dan SMK. Di antara kelompok anak punk ini juga dijumpai anak-anak gadis yang masih berusia belia. Mereka pun sebagian besar berasal dari luar Kabupaten Pekalongan, di antaranya ada yang berasal dari Cirebon, Tegal, Pemalang, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Oleh karena itu, mereka diberi pembinaan dan digunduli agar jera masuk ke Kota Santri.

“Sebagian besar mereka diamankan saat pesta miras. Ada yang ngoplos alkohol murni, ada pula yang miras oplosan. Rata-rata umurnya di bawah 17 tahun, bahkan ada yang masih sekolah SD, SMP, dan SMK. Yang anak gadis juga ada,” tutur salah satu petugas Satpol PP.

Kabid Tribum Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan, Argo Yudha Ismoyo, disela-sela razia, mengatakan, menindaklanjuti perintah Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan Edi Widiyanto, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan melaksanakan giat cipta kondisi menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2019. Diharapkan, dengan giat itu mampu menekan penyakit masyarakat yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sasaran giat itu, lanjut dia, gelandangan, pengamen, anak punk, minuman keras, perempuan pemandu lagu, dan PSK.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan situasi kondusif, sehingga umat muslim di Kabupaten Pekalongan bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang, tanpa adanya gangguan-gangguan dari luar dan hal-hal yang tidak diinginkan,” terang dia.

Dikatakan, dalam razia pekat ini berhasil mengamankan 41 anak punk yang tersebar di beberapa titik di Kabupaten Pekalongan, di antaranya di Simpang Empat Gumawang, Pencongan, Lapangan Bebekan, dan Simpang Empat Podo. Ditandaskan, Satpol PP dan Damkar akan terus berkomitmen untuk menekan penyakit masyarakat di Kabupaten Pekalongan.

“Sebagian besar anak punk yang diamankan bukan berasal dari Kabupaten Pekalongan. Mereka ada yang dari Slawi, Comal, Kota Pekalongan, dan Bandar. Rata-rata usianya masih di bawah 17 tahun,” terang dia.

Ditambahkan, selama ini mereka dinilai meresahkan masyarakat. Pasalnya, mereka hidup dengan seenaknya sendiri tanpa memperhatikan norma dan etika sosial yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. “Banyak aduan masyarakat yang resah dengan keberadaan anak-anak punk ini. Mereka ini seenake dewe. Tidur di mana saja. Ngamen juga kadang memaksa. Kita beri pembinaan. Secara persuasif kita bina agar mereka kembali ke orang tuanya masing-masing. Kita juga cukur gundul agar tampilan mereka rapi dan bersih, serta memberi efek jera agar mereka jera untuk masuk ke Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya. (ap5)