Home Radar Kendal 71,4% Warga Kendal Pilih Logo Lama

71,4% Warga Kendal Pilih Logo Lama

by Admin 1
71,4 persen Warga Pilih Logo Lama

SEMINAR – Berdasarkan hasil kajian akademik, sebagian besar masyarakat Kendal memilih logo daerah lama.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

*Hasil Survey Akademik

KENDAL – Berdasarkan hasil kajian akademik, sebagian besar masyarakat Kendal lebih memilih logo daerah lama yang berlaku sejak 1958 sampai 2011 sebagai simbol bagi Kabupaten Kendal. Berdasarkan survey, 71,4 persen memilih logo lama. Sementara 27,6 persen, masyarakat memilih logo daerah yang baru yang berlaku saat ini sebagai simbol bagi Kabupaten Kendal.

Hal ini terungkat saat Seminar Kajian Akademik Logo Daerah Kabupaten Kendal tahun 2017 di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal, Kamis (7/12). Seminar kajian akademik dibuka Wakil Bupati Masrur Masykur. Kajian akademik yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Semarang melalui survey terhadap masyarakat Kabupaten Kendal yang mengambil responden dari berbagai latar belakang usia, jenis kelamin, pendidikan dan profesi.

Demikian pula hasil kesimpulan Forum Grup Diskusi (FGD), juga lebih mengarah pada pendapat dan keinginan memberlakukan kembali logo daerah yang pernah berlaku sejak 1958 sampai 2011. Karena itu Pemkab Kendal diharapkan segera menidaklanjuti rekomendasi tentang perlunya kebijakan untuk memberlakukan kembali logo daerah yang pernah berlaku sebelumnya, agar supaya mengikuti prosedur legal formal melalui hukum ketatanegaraan yang berlaku di dalam Pemkab Kendal.

Dosen Fisip Undip Semarang, Teguh Yuwono, mengatakan, logo merupakan perlambang, simbol yang mewakili seluruh kesatuan daerah. Oleh karenanya, perumusannya harus komprehensif dan mewakili seluruh elemen daerah.

“Logo harus mempertimbangkan sejarah daerah, perjalanan daerah saat ini dan masa depan yang ingin dicapai,” kata dia.

Wakil Bupati Masrur Maykur menyambut baik diselenggarakannya kegiatan seminar ini, sebagai tindak lanjut jajak pendapat masyarakat Kabupaten Kendal tentang logo daerah, agar mendapatkan kajian akademik secara ilmiah, independen dan dapat dipertanggungjawabkan. Semoga kegiatan ini, dapat dijadikan sebagai bahan rekomendasi terhadap logo daerah yang memang benar-benar memiliki roh (jiwa), yang dapat dijadikan sebagai ikon dan dorongan semangat warga masyarakat dalam membangun dan memajukan Kabupaten Kendal.

“Logo daerah memiliki makna filosofi yang sangat mendalam bagi perjalanan daerah baik pada saat dahulu, saat ini maupun pada masa-masa mendatang. Logo daerah merupakan indentitas wilayah/daerah yang mengandung nilai-nilai sejarah, potensi wilayah, tentang masa depan dan semboyan yang disimbolkan dalam bentuk gambar yang bermakna filosofis, sehingga terbentuklah logo dengan ciri-ciri spesifik,” kata dia.

Masrur mengungkapkan, Kabupaten Kendal telah memiliki lambang atau logo. Lambang tersebut didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Kendal tanggal 15 Juni 1967 dan disahkan secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri tertanggal 29 Nopember 1969. Diundangkan tanggal 23 Mei 1970. Selanjutnya, dilakukan perubahan Logo Daerah yang didasarkan pada Perda Kabupaten Kendal Nomor 21 Tahun 2011 tentang Logo Daerah. Harus disadari bahwa lambang/logo daerah merupakan representasi kebudayaan masyarakatnya. Oleh karena itu, masyarakat mengalami perubahan dalam sistem sosial dan nilai budayanya, maka lambang atau logo suatu daerah seperti yang dimiliki oleh Kabupaten Kendal dapat dilakukan perubahan-perubahan disesuaikan dengan keinginan masyarakatnya. Perubahan itu didasarkan banyak petimbangan, misalnya pertimbangan tafsir baru dalam memahami sejarah dan kebudayaan masyarakatnya.

“Saya berharap agar ada penyelidikan atau penilitian yang lebih mendalam tentang apa, mengapa, bagaimana logo daerah kita buat. Dan apa, mengapa, bagaimana pula logo daerah ini perlu ditinjau kembali. Karena, pendapat, masukan, telaahan terhadap logo daerah menjadi sangat penting, sebagai bentuk kontribusi pada daerah dan sebagai bentuk kepedulian serta merupakan bagian dari rasa ikut memiliki daerah yang kita cintai bersama,” ungkap dia.(nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Related Articles