Home Radar Kendal Kendal Peringkat 11 Se-Jateng

Kendal Peringkat 11 Se-Jateng

by Admin 1
Kendal Peringkat 11 Se-Jateng

RAZIA – Personil dari Satlantas Polres Kendal tengah memberikan tilang pada pengendara sepeda motor yang melanggar.
AKHMAD TAUFIK / RADAR PEKALONGAN

*Razia Rutin Motor Polres Kendal

KENDAL – Satuan Lalulintas Polres Kendal pada Kamis (7/12) menggelar kegiatan razia kendaraan bermotor di Jalan Tengah Weleri, tepatnya sebelah timur perlintasan kereta api. Dalam kegiatan tersebut sebanyak 90 pengendara ditilang dengan beragam pelanggaran, mulai tidak dapat menunjukan SIM, tidak memakai helm, ligth on dan juga melanggar marka.

Hal itu dibenarkan Kasatlantas Polres Kendal AKP Edi Sutrisno melalui Kanit Turjawali Ipda Imam Sofian. Kata dia, kegiatan razia pada hari tersebut merupakan razia rutin yang digelar setiap hari dengan lokasi yang berbeda. “Meski Operasi Zebra Candi sudah berakhir bukan berarti razia berhenti, setiap hari kami jalan bahkan untuk targetan kami dari Polda sebanyak 150 tilang jadi hari ini 90 tilang maka masih kurang 60 lagi sehingga kami akan pindah lokasi,” terangnya.

Perlu diketahui bahwa dari data per tanggal 1-5 Desember 2017, untuk wilayah Polda Jawa Tengah, Polres Kendal menempati peringkat 11 dari 35 terkait hasil operasi atau razia. Sedangkan Pekalongan diurutan 21 dan Batang paling buncit di urutan 35. Sehingga disimpulkan bahwa masyarakat Kendal kesadaran akan keselamatan berkendaranya masih kurang.

“Kendal menempati urutan 11 dengan jumlah pelanggar dikisaran 700 an dalam waktu lima hari jadi terbilang sangat banyak sehingga kesimpulannya kesadaran masyarakat masih kurang,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa wilayah Weleri paling terbanyak pelanggarnya terutama di dekat perlintasan kereta api, katanya paling banyak melanggar garis marka dan ligth on. Apalagi saat kereta api melintas para pengguna jalan raya sering melanggar marka meskipun sudah mengerti dan paham aturannya. Untuk daerah lain katanya cukup sedikit apalagi daerah dalam seperti sukorejo ketika menggelar razia hanya dalam waktu 10 menit sudah sepi hal tersebut karena antar para pengguna jalan raya saling mengingatkan kalau sedang ada razia.

“Saat kereta api melintas itulah pelanggaran terbanyak namun para pengendara seakan tidak jera meski sudah ditilang dengan pelanggaran yang sama. Bahkan dalam satu hari pernah kami berikan tilang kepada orang yang sama dengan pelanggaran yang sama pula,” imbuhnya.

Selain itu pelanggar yang paling bandel menurutnya adalah sopir bus dimana sudah berkali-kali melanggar namun tidak kapok juga lantaran saat ditilang yang mengurus semuanya dari pengurus bus tersebut bukan sopir yang bersangkutan. Terkait hal tersebut pihaknya punya cara tersendiri yakni dengan mengempeskan ban bus tersebut.

“Kelakuan sopir bus memang sudah keterlaluan maka untuk memberikan efek jera kami kempeskan bannya beserta tilang juga agar mereka (sopir bus) jera,” pungkasnya.(fik)

Penulis: Akhmad Taufik | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Related Articles