Ketua DPRD Kota Pekalongan Minta Perbaikan Geotube Dipercepat

oleh -
Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgis Diab
Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgis Diab
Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgis Diab
Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgis Diab

KOTA PEKALONGAN – Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgis Diab, melakukan tinjauan ke Pusat Informasi Mangrove untuk melihat kondisi rob di wilayah sekitar, Senin (22/4). Kedatangannya tersebut sebagai tindak lanjut laporan masyarakat yang menginformasikan terkait kondisi kerusakan geotube di beberapa titik sehingga dikhawatirkan membuat rob akan menggenangi pemukiman.

Kedatangan Balgis, didampingi oleh Plt Kepala DPUPR, Slamet Mulyo didampingi Kabid Bina Marga, Bambang Sugiharto. Kepada Plt Kepala DPUPR, Balgis berpesan agar DPUPR bisa mempercepat proses perbaikan selagi rob belum naik. “Saat ini rob belum mulai naik jadi kami harap pengerjaan perbaikan ini bisa dipercepat sehingga masyarakat bisa tenang,” tuturnya.

Selain perbaikan pada kerusakan yang ada, Balgis juga meminta DPUPR untuk melakukan monitoring kembali untuk memastikan ada atau tidaknya kerusakan-kerusakan baru. Karena menurutnya, tidak menutup kemungkinan kerusakan yang ada menjalar ke sandbag lainnya. “Jadi kami minta dalam waktu dekat agar dilakukan monitoring kembali ke geotube,” kata Balgis.

Kemudian, jika ditemukan kerusakan baru maka DPUPR bisa segera mengusulkan perbaikan dalam anggaran perubahan. Balgis menegaskan, DPRD siap mensuport alokasi anggaran untuk penanganan rob. “Jika ditemukan kerusakan baru maka bisa langsung direncanakan perbaikan dan kebutuhan anggarannya. Sehingga bisa langsung diusulkan dalam perubahan,” jelasnya.

Dengan percepatan perbaikan yang dilakukan, dikatakan Balgis masyarakat sekitar bisa lebih tenang sehingga ketika rob kembali naik sudah ada solusi dan upaya yang dilakukan pemerintah.

“Karena rob sudah cukup memprihatinkan dan masyarakat sudah menderita. Sehingga selain dengan tanggul dari pusat, kerusakan-kerusakan kecil juga harus diperhatikan sehingga pencegahan rob akan lebih efektif,” katanya.

Sementara Plt Kepala DPUPR, Slamet Mulyo menjelaskan, saat ini perbaikan geotube sudah dalam proses lelang. DPUPR sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp525 juta untuk perbaikan tambal sulam sandbag yang rusak maupun hilang. “Untuk progresnya, saat ini sudah siap lelang. Lubang-lubang kerusakan akan ditambal sulam dengan sandbag yang baru,” jelasnya.

Mengenai kerusakan yang terjadi, Slamet mengatakan dari geotube sepanjang 2,1 kilometer di sepanjang bibir pantai kerusakan diperkirakan hanya ada di beberapa titik berupa sandbag yang rusak, robek maupun hilang. “SPK nya adalah 20 Mei. Jadi memang saat ini tinggal dilelang dan bisa segera dikerjakan,” tambahnya.

Selain melakukan perbaikan terhadap geotube, pihaknya juga akan melakukan pembebasan tanah untuk 8 rumah yang ada di utara tanggul hingga Krematorium. Pembebasan dilakukan untuk melakukan pembangunan parapet di sepanjang jalan tersebut guna mencegah rob limpas ke timur atau ke wilayah pemukiman.

“Saat ini tahapannya masih penaksiran harga oleh appraisal. Setelah dibebaskan nanti parapet akan dibangun menutup di sepanjang jalan sehingga rob dari arah barat tidak limpas ke pemukiman,” tandasnya. (nul)