UNBK Diikuti 111 SMP/MTS dari 122, Peserta 13.303 Pelajar

oleh -
UJIAN - Para peserta UNBK dari SMPN 1 Kedungwuni sedang mengerjakan soal ujian.
UJIAN – Para peserta UNBK dari SMPN 1 Kedungwuni sedang mengerjakan soal ujian.

KEDUNGWUNI – Sebanyak 111 dari 122 SMP/MTS mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK), kemarin. Artinya, ada 11 sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK. Sementara untuk peserta UNBK sebanyak 13.303 pelajar. Hal itu dibenarkan Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Sumarwati, kemarin.

“UNBK diikuti 13.303 peserta. Sampai jam ini tidak ada laporan peserta yang absen,” katanya seraya menjelaskan untuk kelancaran pelaksanaan UNBK, Pemkab Pekalongan memberikan dukungan penuh, di antaranya bekap anggaran untuk pengadaan gensetnya dan koordinasi dengan Telkom dan PLN agar pelaksanaan UNBK berjalan dengan lancar.

Sementara itu, untuk memastikan pelaksanaan UNBK berjalan lancar, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memantau pelaksanaan UNBK di sejumlah sekolahan, kemarin.

Bupati Asip Kholbihi didampingi Sekda Mukarromah Syakoer, Kepala Dindikbud Sumarwati, dan sejumlah kepala OPD di antaranya melakukan pantauan UNBK di SMPN 1 Kedungwui dan SMPN 1 Wonopringgo, kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam pantauannya itu, Bupati juga memberikan motivasi kepada para siswa untuk percaya diri mengerjakan soal-soal ujian.

“Kita saat ini pantau UNBK di SMPN 1 Kedungwuni. Pesertanya di sini cukup banyak, ada 246, sehingga dibagi tiga sesi. Kami tadi pastikan semuanya berjalan dengan baik. Saya lihat tadi tidak ada kendala, terutama dengan jaringannya juga baik. Anak-anak juga sudah semakin terbiasa dengan ujian berbasis komputer. Ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan, baik secara kualitas dan kuantitas,” ujar Bupati Pekalongan Asip Kholbihi ditemui disela-sela pantauan UNBK di SMPN 1 Kedungwuni, kemarin.

Dikatakan, tingkat kepesertaan UNBK yang dulunya masih 60 persen, sekarang sudah 91 persen. Menurutnya, sisanya yang 9 persen belum UNBK akan diselesaikan pada tahun 2021.

“Tadi kita berikan motivasi kepada anak-anak agar tenang, percaya dengan kemampuan sendiri, dan tidak usah ‘nurun’ teman- nya. Yang penting menumbuhkan kepercayaan adalah bagian penting untuk memotivasi anak-anak,” ujar Asip.

Bupati juga menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan untuk mengecek semuanya, agar ada kepastian UNBK berjalan dengan lancar. Sekolah yang melaksanakan UNBK, mulai dari wilayah pesisir hingga pegunungan, harus dipastikan pelaksanaan UNBK berjalan dengan lancar.

“Di daerah pantai ada yang kena rob di SMP 1 Wonokerto, namun tadi pagi dipastikan sudah berjalan lancar. Daerah pegunungan kita pastikan juga agar semuanya berjalan lancar,” tandasnya.

Dikatakan, pemerintah daerah bertanggung jawab untuk mengelola pendidikan dari tingkat SD hingga SMP agar berjalan dengan baik. Pemda akan terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pekalongan. “Ini merupakan mandat penting dari masyarakat kepada kita. Pemkab juga sudah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk membangun pendidikan di Kabupaten Pekalongan,” ujar Asip.

Disebutkan, angka partisipasi sekolah untuk SD sudah mencapai 100 persen, sedangkan untuk tingkat SMP masih 98 persen karena kendala geografis dan kebiasaan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Utamanya, lanjut Bupati, ada kebiasaan di daerah nelayan anak usia sekolah diajak untuk melaut.

“Ini pelan-pelan sudah kita urai dengan intervensi program zero drop out. Ini akan menjadi gerakan masif di kabupaten dengan melibatkan semua komponen masyarakat. Jadi tidak boleh satu orang pun di Kabupaten Pekalongan ini anak usia sekolah mereka tidak mendapat kesempatan sekolah untuk mengikuti wajib belajar sembilan tahun,” tandas Bupati.

Untuk mensukseskan program zero drop out, lanjut Bupati, orang tua harus mendukung, pemerintah melakukan akselerasi program, dan komponen-komponen lainnya juga ikut di dalamnya, termasuk rekan-rekan dari pers untuk terus menerus mengabarkan agar program zero DO efektif. Menurutnya, pada tahun 2021 diharapkan seluruh anak usia sekolah bisa sekolah semuanya.

“Karena Insya Allah tidak ada bayar-bayar lagi, ini yang di negeri. Kalau swasta menjadi urusan swasta, tapi pemerintah melakukan pembinaan agar tidak memberatkan. Khusus untuk siswa miskin, semuanya baik di swasta dan negeri dibebaskan dari biayanya. Kita juga menyiapkan beasiswa mulai dari SD hingga perguruan tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, Waka Kurikulum SMPN 1 Kedungwuni, Djatmiko, mengatakan, untuk hari pertama UNBK kemarin para siswa mengerjakan ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia. Untuk hari selanjutnya masing-masing akan mengerjakan mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Pihak sekolah sendiri, kata dia, sudah melakukan try out sebanyak enam kali agar para siswanya berhasil mengerjakan soal ujian.

“Kita juga sudah tambah daya untuk pelaksanaan UNBK ini sejak satu tahun lalu. Internet juga sudah disipkan. Untuk antisipasi listrik padam, kita siapkan genset,” katanya. (ap5)