Kesehatan Balita dan Pernikahan Dini Jadi Perhatian Khusus

by
FOTO BERSAMA - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi beserta Pejabat dan Pemuda GEN PESAT saat foto bersama. RIFKI RISYA
FOTO BERSAMA – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi beserta Pejabat dan Pemuda GEN PESAT saat foto bersama. RIFKI RISYA

Dinas kesehatan Kabupaten Pekalongan Terjunkan Kalangan Pemuda

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan menerjunkan pemuda, untuk ikut andil dalam penanganan masalah kesehatan balita dengan masalah status gizi, baik gizi kurang, buruk, stunting serta Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Langkah tersebut dilakukan, karena saat ini di Kota Santri masih banyak balita dengan masalah status gizi.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, pada kesempatan kegiatan pengukuhan dan launching Gerakan Pemuda Siaga Sehat (Gen Pesat), di gedung aula lantai 1 Setda, Rabu kemarin (11/4).

“Untuk saat ini di Kabupaten Pekalongan masih banyak balita yang mengalami berat badan dibawah standar, sehingga berpotensi mengalami masalah status gizi. Tahun 2018 jumlah balita dengan gizi kurang mencapai 475 balita, gizi buruk 48 balita dan stunting 91 balita. Sedangkan bayi baru lahir dengan kategori BBLR mencapai 746 balita,” ungkap Setiawan Dwi Antoro.



Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak Dinkes mengandeng pemuda untuk peduli, dan menjadi bagian dari tim kesehatan di Kabupaten Pekalongan, yaitu melalui inovasi Gen Pesat. Keterlibatan tersebut diharapkan mampu menurunkan angka permasalahan tersebut.

“Gen Pesat merupakan inovasi baru dari dinkes dalam upaya penurunan masalah gizi, karena kabupaten pekalongan menduduki peringkat ke 4 dari bawah di Jawa Tengah untuk masalah gizi. Selain itu juga agar dapat berperan melakukan upaya penurunan angka pernikahan dini, yang juga dinilai masih cukup banyak,” jelas Setiawan.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi pada kesempatan itu mengukuhkan dan melaunching Gen Pesat. Dalam sambutanya, bupati mengungkapkan bahwa pihaknya sekarang ini tengah mengambil perhatian serius terhadap permasalahan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), yang merupakan bagian dari permasalahan gizi, termasuk stunting, serta pernikahan dini.

“Di Kabupaten Pekalongan ini angkanya setiap tahun alhamdulillah mengalami penurunan, dengan berbagai gerakan inovasi yang diluncurkan. Dengan keberadaan Gen Pesat ini, diharapkan bisa lebih memaksimalkan penurunan angkanya dan menjadi zero atau nol,” tegas bupati.

Bahkan bupati juga meminta para camat yang wilayahnya termasuk status angka kasus tinggi permasalahan tersebut, untuk turun langsung ke masyarakat. Sehingga dapat mengetahui secara langsung jumlah dan langkah gerakan cepat.

Kabid Kesehatan Masyarakat dr. Ida Sulistiyani menambahkan “Fokus kepada pemuda dan pemudi yang akan menikah agar siap secara fisik dan mental supaya tubuh mereka sehat sehingga potensi untuk ibu hamil KEK dan Anemia bisa teratasi, karena faktor inilah penyumbang besar BBLR, balita gizi kurang, balita gizi buruk dan stunting,” terangnya.

Jumlah peserta mencapai 225 orang, terdiri dari Tamu Undangan, OPD terkait, Camat, Kepala dan Petugas Puskesmas, Pemuda dan Tenaga Kesehatan lain. Dihadiri Sekretaris Daerah Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, serta anggota di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.