Jalan Pantura Dianaktirikan, Penuh Lubang dan Bergelombang

by

Ruas Jalan Pantura Kabupaten Tegal sepertinya dianaktirikan. Betapa tidak, jalan sepanjang sekitar 27 kilometer itu, kini rusak parah dan bergelombang. Sedangkan ruas jalan tol yang membentang di wilayah Kabupaten Tegal, tampak halus dan mulus.

PANTURA BERLUBANG – Sejumlah kendaraan melintasi jalan berlubang di wilayah Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Rabu (3/4). YERI NOVEL/RADAR SLAWI

Pantauan di sekitar jalan pantura, lubang jalan terparah berada di sebelah timur Obyek Wisata Pantai Purwahamba Indah (Purin) di Kecamatan Suradadi. Lubang dengan diameter sekitar 30 sampai 50 centimeter itu, tampak berderet mulai dari Purin hingga ke Kecamatan Warureja yang berbatasan dengan Kabupaten Pemalang.

Lubang jalan juga ada di hampir setiap memasuki jembatan di sepanjang Pantura Kabupaten Tegal. Kondisi ini, kerap mengakibatkan kecelakaan tunggal yang merenggut korban jiwa.

“Di pantura sering terjadi kecelakaan. Kebanyakan karena terpeleset jalan yang berlubang. Sepertinya jalan pantura dianaktirikan setelah ada jalan tol,” kata Anton Ramadani, salah satu warga Kelurahan Kraton, Kota Tegal, yang kerap melintas di Jalan Pantura Kabupaten Tegal, Rabu (3/4).

Dirinya tak menampik, jalan tersebut memang sering diperbaiki setiap tahun. Namun sayangnya, perbaikan tidak bertahan lama. Hanya beberapa hari diguyur hujan, jalan kembali berlubang. Dirinya enggan menyebut bahwa itu menyalahi bestek atau ada kesalahan teknis lainnya. Dia hanya berharap, pemerintah harus maksimal memperbaiki jalan tersebut mengingat jalan pantura merupakan jalur nasional. Selama ini, pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melewati jalan pantura.

“Sudah banyak korban kecelakaan, bahkan sampai meninggal dunia,” keluhnya.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Tegal Bakhrun yang tinggal di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi. Kediamannya yang berada di jalur pantura, membuat politisi PKS itu kerap dimintai bantuan untuk mengurus korban kecelakaan. Terakhir, pihaknya mengurus korban kecelakaan motor di sebelah timur Purin yang menelan korban jiwa.

“Jalan yang berlubang, rata-rata karena jalan aspal bukan beton. Makanya, kami berharap semua jalan pantura dibeton,” pintanya.

Dia menambahkan, selain jalan berlubang, jalur pantura juga masih butuh Penerangan Jalan Umum (PJU). Di beberapa ruas seperti di wilayah Kecamatan Kramat, Suradadi dan Kecamatan Warureja, memang sudah ada PJU. Namun, di lokasi jalan yang berlubang justru belum difasilitasi PJU. Padahal saat hujan pada malam hari, jalan berlubang yang tertutup air tidak bisa terlihat. Hal itu yang kerap menjadi penyebab kecelakaan di pantura.

“Kami berharap perbaikan rutin dilakukan. Tiap ada lubang langsung ditambal. Selain itu, PJU juga harus dipasang di sepanjang pantura,” sarannya. (yer/ima)